Iklan by MUKI

Renungan

KEMENANGAN YANG ABADI

KEMENANGAN YANG ABADI, Lukas 24:1-9

Shalom saudara(i). Minggu prapaskah mengingatkan bersiap sambut hari kemenangan. Ada enam lilin dinyalakan serentak dan dimatikan satu tiap minggu sampai tiba minggu sebelum Jumat Agung. Paskah merupakan lanjutan peristiwa dari minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi. Peristiwa ini saling terkait satu dengan lainnya. Paulus menulis: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (I Korintus 15:3-4). Paskah peristiwa terbesar dalam sejarah dan menyakinkan bahwa Kristus telah disalibkan dan telah mati dan telah dikuburkan dan telah bangkit pada hari ketiga. Bangkit artinya memenangkan kuasa alam maut. Kematian bukan akhir hidup, tetapi dimulainya kehidupan lain yang berbeda. Lukas menulis secara rinci tentang peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus.

Selanjutnya...

Renungan Singkat

"Hidup bisa memberi kita 100 alasan buat menangis, tapi Tuhan memberi kita 1000 alasan untuk tersenyum."

Tanpa Nama

| Editorial
POLISI DAN KORUPSI
Rabu, 21 Januari 2015 19:53

(catatan: gambar polisi tidur, sumber kompasiana)Berbicara tentang polisi yang pertama muncul dalam pikiran adalah orang-orang berseragam yang biasa ada di jalan-jalan mengatur lalu lintas. Masyarakat tahu dan sangat faham dengan polisi demikian kalau ada pelanggaran lalu lintas dengan cepat mendekat memberikan hormat dan kata yang tak pernah ketinggalan kemudian menanyakan SIM dan STNK. Kita patut memberikan apresiasi bagi mereka yang memang menjalankan tugasnya dengan jujur, tetapi juga sudah menjadi rahasia umum terkadang ada saja oknum polisi yang suka menawarkan negosiasi, jalur damai pada pelanggar lalulintas.

 
| Editorial
Prosesi Kematian
Selasa, 30 Desember 2014 15:17

Kematian memang tidak pernah dapat diperkirakan datangnya, kala mengunjungi tiap-tiap orang secara terpisah ataukah kalau kematian itu datang dalam waktu yang bersamaan. Kematian yang alami 102 penumpang dan awak pesawat Adam Air tanggal 1 Januari 2007 dengan rute Surabaya-Manado yang jatuh di Selat Makassar, sampai kini masih belum ditemukan dimana sesungguhnya kuburan penumpangnya. Hilangnya pesawat Malaysia Airlines 370 tanggal 8 Maret 2014 dengan route Kuala Lumpur- Beijing juga turut itu hilang 12 awak dan 227 penumpang sampai saat ini belum juga diketahui rimbanya. Dan pagi Minggu 28 Desember 2014, pesawat penumpang Air Asia rute  Surabaya-Singapura hilang di perairan Belitung Timur yang juga mengangkut 162 awak dan penumpang. Kita berharap dan bukan hanya untuk menghibur diri bahwa semua awak dan penumpangnya selamat. Itu hanyalah sebuah harap semata, sebuah doa dalam hati, karena pengalaman sejarah bercerita pesawat hilang jika tidak ditemukan dalam waktu tertentu kemungkinan ada penumpang yang selamat itu sangat kecil.

 
| Editorial
Tantangan Megapolitan Jakarta 2050
Rabu, 30 Januari 2013 19:06

Berbagai kota terkemuka dan terpadat dunia seperti Beijing, London, New Delhi atau Tokyo, New York dan Jakarta pasti akan semakin padat dan sibuk dalam berbagai dimensi mendesak, sehingga menghadapi tantangan berat, pada tahun 2050. Dalam waktu 40 tahun lagi sekitar 6,4 miliar orang akan bermukim di kota-kota besar tersebut, atau dua kali dari 3,5 miliar yang kini bermukim di perkotaan. Jumlah 6,4 miliar manusia di perkotaan itu sama dengan jumlah penduduk dunia awal abad 21.

 
| Editorial
Kobarkan Terus Semangat Juang Bung Tomo
Senin, 12 November 2012 19:57

Hari Pahlawan 10 November 2012 mengingatkan kita kepada kejadian pada tanggal 10 November 1945, pada saat Tentara Inggris mendarat di Surabaya yang bertujuan melanggengkan penjajahan. Rakyat bersama para pejuang kemerdekaan segera melakukan perlawanan yang gigih menghadapi pasukan Inggris yang bersenjata lengkap dan modern.

 
Kebebasan | Editorial
Kebebasan Beragama Yang Terbatas
Sabtu, 02 Juni 2012 09:07

Kebebasan Beragama Yang TerbatasSalah satu hak dari Kemerdekaan Republik Indonesia adalah kebebasan melaksanakan ibadah kepercayaan sesuai dengan faham yang dianut masing-masing dan dijamin oleh Negara. Sesuai dengan konteks Editorial seyogyanya kemerdekaan beragama seseorang dapat dijalankan dan dibenarkan secara apapun yang dikehendakinya asal tidak mengganggu ketertiban umum, keamanan masyarakat dan Negara. Akan tetapi, apa yang terjadi sekarang bahwa kebebasan beragama tersebut hanyalah kebebasan yang masih serba terbatas. Sejak Proklamasi kemerdekaan dikumandangkan tahun 1945 , anak-anak sudah mulai diajarkan untuk berakhlak, berbudi pekerti dan menganut agama seperti yang dikehendaki orangtuanya atau seperti yang dikehendaki oleh mereka sendiri.

 
Persaudaraan | Editorial
Mendorong Kerukunan, Persaudaraan dan Kesatuan Keluarga
Sabtu, 02 Juni 2012 08:03

Mendorong Kerukunan, Persaudaraan dan Kesatuan KeluargaBenih persaudaraan - dialog dan kerukunan beragama merupakan langkah yang patut dijalin secara berkesinambungan, sehingga solidaritas antarumat beragama di Indonesia dapat dijalin dengan baik serta hidup beragama didalam sanubari setiap insan masyarakat Nusantara. Langkah ini lebih diutamakan karena kesadaran akan kemajemukan bangsa Indonesia, yang terdiri dari ratusan etnis, budaya, suku dan Agama, sehingga membutuhkan konsep untuk memungkinkan terciptanya jajaran masayarakat yang rukun dan damai, baik dari golongan atas sampai tingkat paling bawah.