Iklan by MUKI

Renungan

KEMENANGAN YANG ABADI

KEMENANGAN YANG ABADI, Lukas 24:1-9

Shalom saudara(i). Minggu prapaskah mengingatkan bersiap sambut hari kemenangan. Ada enam lilin dinyalakan serentak dan dimatikan satu tiap minggu sampai tiba minggu sebelum Jumat Agung. Paskah merupakan lanjutan peristiwa dari minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi. Peristiwa ini saling terkait satu dengan lainnya. Paulus menulis: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (I Korintus 15:3-4). Paskah peristiwa terbesar dalam sejarah dan menyakinkan bahwa Kristus telah disalibkan dan telah mati dan telah dikuburkan dan telah bangkit pada hari ketiga. Bangkit artinya memenangkan kuasa alam maut. Kematian bukan akhir hidup, tetapi dimulainya kehidupan lain yang berbeda. Lukas menulis secara rinci tentang peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus.

Selanjutnya...

Renungan Singkat

"Jarak paling jauh antara masalah dengan solusi hanyalah sejauh lutut dengan lantai. Orang yang berlutut pada Tuhan bisa berdiri untuk melakukan apapun !"

Tanpa Nama

Daftar Kecelakaan Pesawat di Indonesia

Kecelakaan penerbangan (pesawat) di Indonesia termasuk sering terjadi dan menimbulkan korban meninggal dunia dalam jumlah besar. Pemerintah berkewajiban melakukan kajian dan evalua...

| Internasional
Daftar Kecelakaan Pesawat di Indonesia
Selasa, 30 Desember 2014 15:19

Kecelakaan Pesawat di Indonesia Kembali TerjadiKecelakaan penerbangan (pesawat) di Indonesia termasuk sering terjadi dan menimbulkan korban meninggal dunia dalam jumlah besar. Pemerintah berkewajiban melakukan kajian dan evaluasi menyeluruh sebagai tanggung jawab pemegang otoritas penerbangan. Kita semua berharap hilangnya pesawat Air Asia 28 Desember 2014 ini sebagai pembelajaran bagi kita semua dan berharap tidak ada lagi pesawat-pesawat yang hilang terulang kembali.

 
| Internasional
Umat Kristen dan Tantangannya
Kamis, 30 Januari 2014 16:32

Umat Krsiten sebagai agama dengan pengikut terbesar dunia  (sebanyak 2,2 miliar-penduduk dunia 4,5 miliar jiwa) kini tertantang eksistensinya,  karena berbagai rintangan yang dihadapi khususnya dalam era globalisasi,  sehingga jumlahnya terancamn menciut. Pengurangan  jumlah tersebut karena berbagai perubahan politik, ekonomi, sosial  politik dan budaya. Menurut data akurat yang dicatat oleh lembaga peneliti terkemuka  Pew Forum yang diterbitkan tiga tahun silam (Desember 2011) umat Kristen yang berada di wilayah Sahara-Afrika dalam abad 20 lalu bertambah secara signifikan dari 9 persen menjadi 63 persen.

Namun penelitian itu mencatat bahwa proporsi umat Kristen di Eropa dan Amerika Serikat berkurang dari 96 persen menjadi 76 persen; dan dari 96 persen menjadi 86 persen. Penurunan jumlah di benua Utara atau di Negara-negara industry maju  tersebut tidak mengisyaratkan ramalan yang membaik di masa depan. Di Nigeria-Afrika sejumlah umat Kristen terbunuh,  ketika sedang beribadah karena peledakan bom kalangan kelompok ekstremis.

Di Iran dan Pakistan,  sejumlah umat Kristen tertekan karena mereka yang dianggap pindah agama sebagai sikap  “murtad atau penghujatan” terhadap agama sebelumnya.  Sejumlah gereja di Indonesia juga terancam  tekanan bahkan “penutupan”.   Di Irak paska- perang tahun 2003 dua pertiga umat Kristen tertekan. Di Mesir dan Suriah kalangan modernis memberikan perlindungan bagi umat Kristen, ketika mereka mendapat tekanan berbagai pihak.

Tidak Semua Menyerah

Namun tidak semua umat Kristen di wilayah yang tertekan itu menyerah, karena mereka tetap konsisten dalam kehidupan beragamanya. Umat beragama  termasuk Kristen juga menghadapi tekanan dari partai berkuasa pendukung pemerintah (komunis- misalnya di China dan Vietnam). Di India kalangan nasionalis yang ekstrem  juga berupaya menekan umat Kristen. Di Tanah Suci (Israel) umat Kristen dan gereja terperangkap oleh konflik internal di komunitas Palestina.

Tampaknya para pengikut Jesus  menjadi asing di Tanah Perjanjian, meskipun banyak tokoh Kristen Palestina seperti  Philip Habib, Hawatmeh,  Hanan Ashrawi dan lainnya tetap bertahan menghadapi  konflik politik internal di antara mereka sendiri, maupun antara mreka dengan  kalangan ekstrem  Yahudi.  Bahkan  dunia Barat menganggap bahwa  mendukung  kekristenan bukan lagi tugas utama dan sikap ini sesungguhnya sulit dipercaya. Bahkan para evangelis Amerika berdiam diri menyaksikan tekanan terhadap berbagai gereja di China dan di negeri-negeri  yang belum demokratis, khususnya di Asia.

Di kawasan ini, rezim penguasa maupun masyarakat yang  menekan umat Kristen juga cenderung  ikut menekan kalangan minoritas lainnya, apapun kepercayaan mereka. Kalangan Sunni di Negara-negara Arab dan Persia-Iran  yang menyepelekan kalangan Kristen, juga mengenyampingkan minoritas Syiah. Begitu  kalangan agama turut terlibat, maka konflik antarsekte sulit diatasi.

Bukan Pembelaan

Di antara berbagai nilai perjuangan, kebebasan untuk beragama  maupun  kebebasan lainnya memiliki nilai utama. Pemerintah AS sejatinya terikat oleh hukum untuk membela kebebasan. Bersamaan dengan keyakinan akan kebebasan itu,  AS merasa prihatin atas tekanan  terhadap  berbagai agama, termasuk mereka yang menekan umat Kristen di Tiongkok, maupun tekanan di negeri-negeri yang akarnya Kristen seperti Belarus dan Negara-negara bekas Uni Soviet. Padahal seharusnya  tekanan di negara-negara yang berbasis Kristen serupa, tidak boleh  terjadi.

Pertanyaannya apakah sikap mereka  menghadapi hal-hal seperti yang berlangsung di China? Apakah sikap mereka khususnya pmerintah harus pasif dan berdiam diri? Sejatinya, semestinya  tidak ada tekanan terhadap agama mulai dari New Delhi Ibukota negara terbesar India  hingga ke Jerusalem. Namun, dalam  Islam (meskipun tidak ada dalam  Al Quran) terdapat sikap yang harus mengeksekusi  mereka yang pindah agama.

Namun, umumnya kini ada perubahan sikap.  Sebanyak 57 negara anggota Kerja Sama Islam dengan dukungan AS,  lebih moderat  dan tampak sikap tersebut termaktub dalam berbagai Resolusi PBB.  Tindakan di Nigeria pun ditolak, meskipun ada  pendapat agar para pimpinan Muslim menerima  masalah pergantian keyakinan adalah hal yang legal. Meskipun sikap ini bukanlah hal hukum yang umum, dan Barat tak akan mengikutinya. Karena para penganut apapun  keyakinannnya tetap berisiko.

 

 
| Internasional
Kota BethlehemTempat Lahir Yesus
Selasa, 28 Januari 2014 10:34

Beberapa mil ke arah selatan Yerusalem, terletak Kota Betlehem. Umat Kristen seluruh dunia meyakini bahwa kota kecil ini adalah tempat lahirnya Yesus Kristus. Betlehem memiliki suasana keakraban; kota kecil bersejarah, khususnya bagi umat Kristen dunia menerima kunjungan ribuan wisatawan dan peziarah setiap tahun, dan meningkat ketika tiba Hari Natal, bulan Desember.

 
| Internasional
Pemerintah China Intervensi Gereja
Selasa, 14 Januari 2014 12:42

Kehidupan beragama khususnya Kristen dan Katolik di negeri China tidaklah semudah yang dipikirkan dunia luar. Pengalaman yang menekan dikisahkan oleh  Uskup Ma Daqin di Kota Shanghai, sebagai pimpinan Seminai Seshan. Kisah yang diumumkan majalah bulanan terkemuka Inggris The Economist edisi September 2013 itu menguraikan,  bahwa Gereja memiliki dua pimpinan, yakni Gereja sendiri dan Pemerintah China yang komunistis.

 
| Internasional
100 Juta Lebih Umat Kristen Teraniaya di Seluruh Dunia
Selasa, 14 Januari 2014 12:04

Sebuah laporan bertajuk bertajuk Word Index of Persecution (Daftar Kasus Penganiayaan di Dunia) yang diterbitkan oleh badan amal internasional hak asasi manusia Christian organisasi Open Doors menyebutkan lebih dari 100 juta umat Kristen saat ini dianiaya di seluruh dunia.

 
| Internasional
Dokter Chang Mengbadi kepada Sesama
Jumat, 10 Januari 2014 10:04

Dengan kasih dan komitmen dia menolong dan merawat kaum miskin. Dr. Chang mewariskan kisah kemanusiaan yang mulia  seperti dikisahkan oleh Lim Sang-beom.

Dokter Korea yang rendah hati ini  bernama Chang Kee-ryo.  Publik di  negerinya  menjulukinya sebagai seorang  yang saleh dan bijak. Chang malahan disebut  sebagai tokoh yang lurus, jujur dan amat bersahaja  dalam sikap hidupnya. Dia memiliki beberapa juluukan: “Dokter yang  lugu dan ada yang menyebutnya “Jesus Kecil”. Julukan yang menggambarkan komitmennya sebagai dokter yang  mengabdikan  misi kesehatannya dengan sikap yang benar. Dia juga dikenal  sebagai  seorang Kristen yang saleh. Berbagai julukannya itu menggambarkan pengabdiannya yang tulus kepada sesama, tanpa mengharapkan imbalan materi.

Dokter Chang Kee-ryo tidak hanya menggunakan keahliannya sebagai  dokter untuk melayani sesama yang  tidak mampu dan menderita sakit. Karena dia melayani setiap orang-pasien menurut jatidiri dan  keberadaan mereka. Dia makan bersama para pasien di meja yang sama, bahkan dengan mereka yang miskin dan para peminta yang  datang ke kediamannya dan membayarnya tanpa ragu. Artinya para pasien miskin membayar seadanya kepada Dokter Chang Kee-ryo,  sesuai dengan  kemampuan  dan uang  yang mereka punya.

Dokter Chang terlahir di Yongcheon Pyonganyikdo 14 Agustus 1911, menurut kalender lunar. Dia belajar kedokteran di Yongcheon, (Pyongyang- kini Korea Utara) dan melanjutkan  studi kedokteran di Akademi Kesehatan  Kyongsong,  perguruan tinggi  kesehatan,  yang kemudian menyatu dengan  Fakultas Kedokteran Universitas  Kesehatan Masyarakat .

Perguruan Tinggi Kedokteran tempat Chang  studi ini,  kemudian meningkat statusnya menjadi  Universitas Kedokteran Nasional.  Chang Kee-ryo  yang cemerlang  otaknya,  kemudian berhasil  lulus tahun 1932, dengan nilai tertinggi - summa cum laude. Dia menikah dengan  seorang wanita yang  berusia lanjut dan sederhana.  Istrinya yang sakit yakin,  bahwa dia sembuh apabila sang dokter menyentuhnya dengan  stetoskop. Memang dokter Chang menaruh stetoskopnya di dada sang wanita,  bakal istrinya itu.

Bertekad Melayani Kaum Miskin

Memang Dokter Chang sudah bertekad melayani kaum miskin  dan mereka yang menderita sakit, sehingga logikanya tidak mungkin menerima pelayanan yang baku-standar.  Ketika dia mengajar di Universitas Kim Il-sung, terjadilah Perang Korea (1953-1956). Dia terpaksa mengungsi ke Korea Selatan bersama putra keduanya, meninggalkan istri dan lima anaknya  yang lain di Pyonyang.

DI Korea Selatan dia membuka klinik di sebuah pondok yang sederhana . Dia memulai  usaha dan pelayanan kesehatannya di RS Roh Kudus,  di mana dia bekerja penuh selama 25 tahun lamanya.

Kaum miskin terus datang memenuhi pondok  kliniknya yang reyot. Maka itu dia menguasakan kepada stafnya untuk untuk memutuskan,  bahwa sebaiknya  mereka harus tetap melayani para pasien dengan bebas bayaran-tanpa memungut biaya perawatan.

Punya 230 Ribu Anggota

Dokter Chang  tidak mau menerima bayaran dan secara diam-diam tetap setia melayani para pasien, tanpa memungut bayaran apapun. Chang lalu mendirikan Koperasi Medis Salib Biru, koperasi  kesehatan pertama pada tahun 1968. Pengadaan RS  Koperasi  ini dioperasikan Dokter Chang selama satu dekade,  sebelum pemerintah memperkenalkan  program asuransi kesehatan.

Rumah Sakit Koperasi ini bertujuan memecahkan masalah  struktur sosial di Korea, di mana saat itu belum ada kerja sosial secara sukarela. Meskipun RS ini murni RS Asuransi,  namun  Koperasi  Sehat  Salib Biru mencapai rekor pelayanan dengan  memiliki 230.000 anggota. Maka  dia tidak lagi sentimentil dalam menjalankan pelayanan. Meskipun dia sudah diakui sebagai ahli bedah yang kompeten, dia tetap belajar brsama dengan para mahasiswa paska sarjana,  untuk lebih memahami perawatan yang  komprehensif. Melalui berbagai upaya ini, dia mampu menyumbangkan perawatan yang mutakhir.

Melalui berbagai upaya tersebut,  dia  juga menyumbangkan penerapan  pengobatan mutakhir di Korea.  Dr.  Chang Kee-Ryo yang pertama memperkenalkan  bagian hepatektomi dan reseksi hepatitis yang  sukses di Korea sejak tahun 1943 dan 1959. Ketika  harus dirawat akibat menderita cerebrovasculer,   dia menulis surat untuk mengoreksi kesalahan dalam  uraian ilmiah tentang prosedur operasi yang ditulisnya.

Menerima Hadiah Maqsaysay

Bagaimanapun  hidup dan karier tanpa lelah dokter Chang Kee-ryo,  telah disumbangkannya kepada kaum miskin yang diakui  negerinya serta dunia kesehatan  pada tahun 1979. Maka itu kepadanya  dianurerahi  “Hadiah Magsaysay untuk Pelayanan Publik”. Dia wafat di lantai atas  sebuah rumah sederhana. Di kamar seluas  49,5 m2 tergantung foto dia adan istrinya dengan berkacamata serta mengenakan  seragam cokelat.

Semua  karya dan pelayanannya ini, menjadi kenangan sejarah tentang hidup Dokter Chang yang sederhana dan mulia pengabdiannya bagi kaum miskin. Dia ternyata mampu hidup dalam kesunyian. Dia tentu merindukan istri dan kelima anaknya yang tetap berdiam di Korea Utara.  Tentu dia merindukan pertemuan denganm istri dan lima anak terkasihnya, yang  terpisah dan  berada di Korea Utara, karena kondisi politik serta  niatnya untuk melayani sesama.

Ketika dia wafat di usianya yang 84  pada tahun 1995, dia diyakini telah menjadi  lambang kerendahan hati seorang dokter dan pribadi,  yang mengasihi sesama manusia.

 
| Internasional
Imam Yesuit di Suriah Berjuang di Tengah Peperangan, Kelaparan dan Ketakutan
Jumat, 04 Oktober 2013 07:02

Imam Belanda Pastor Frans Van der Lugt SJ telah memberikan kesaksian pengalamannya yang dramatis di Bustan al-Diwan, Homs, Suriah, yang telah dikendalikan oleh para pemberontak sejak Juni 2012, tetapi dikepung oleh pasukan pemerintah Suriah.

 
| Internasional
Empat Terdakwa Pemerkosa Mahasiswi India Divonis Mati
Sabtu, 14 September 2013 15:24

Hakim yang menangani kasus pemerkosaan beramai-ramai yang menimpa seorang mahasiswi di New Delhi pada Desember 2012, menjatuhkan hukuman mati kepada empat terdakwa pelaku pemerkosaan. Hakim Yogesh Khanna mengatakan, kasus pemerkosaan ini masuk katagori "paling langka" yang mengharuskan dia menjatuhkan hukuman mati.

 
| Internasional
Paus Berdoa untuk Perdamaian Bersama 100 Ribu Umat di Lapangan Santo Petrus
Selasa, 10 September 2013 07:36

Vatikan memperkirakan sekitar 100.000 orang mengambil bagian dalam acara doa tersebut di Roma, yang menjadi salah satu reli doa terbesar di Barat menentang rencana aksi militer yang dipimpin AS terhadap rezim Suriah menyusul serangan senjata kimia pada 21 Agustus dekat Damaskus.

 
| Internasional
Umat Muslim Beribadah di Gereja
Selasa, 10 September 2013 23:50

Apa yang terjadi di kota Aberdeen, Skotlandia, ini adalah salah satu cermin kerukunan beragama yang sesungguhnya. Gereja Episkopal St. Yohanes di Aberdeen menjadi gereja pertama di Inggris Raya yang memberikan sebagian ruangan bangunan gereja sebagai tempat umat Muslim setempat menjalankan ibadah salat lima waktu.

 
MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir

Halaman 1 dari 17