Iklan by MUKI

Renungan

KEMENANGAN YANG ABADI

KEMENANGAN YANG ABADI, Lukas 24:1-9

Shalom saudara(i). Minggu prapaskah mengingatkan bersiap sambut hari kemenangan. Ada enam lilin dinyalakan serentak dan dimatikan satu tiap minggu sampai tiba minggu sebelum Jumat Agung. Paskah merupakan lanjutan peristiwa dari minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi. Peristiwa ini saling terkait satu dengan lainnya. Paulus menulis: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (I Korintus 15:3-4). Paskah peristiwa terbesar dalam sejarah dan menyakinkan bahwa Kristus telah disalibkan dan telah mati dan telah dikuburkan dan telah bangkit pada hari ketiga. Bangkit artinya memenangkan kuasa alam maut. Kematian bukan akhir hidup, tetapi dimulainya kehidupan lain yang berbeda. Lukas menulis secara rinci tentang peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus.

Selanjutnya...

Renungan Singkat

"Sejauh mana engkau mau Tuhan campur tangan dalam hidupmu, maka sejauh itulah Dia akan campur tangan dalam hidupmu..."

Tanpa Nama

Kristen | Internasional
Pemerintah China Intervensi Gereja PDF Cetak E-mail Dibaca: 1482
PostAuthorIcon Aco Manafe    PostDateIcon Selasa, 14 Januari 2014 12:42

Kehidupan beragama khususnya Kristen dan Katolik di negeri China tidaklah semudah yang dipikirkan dunia luar. Pengalaman yang menekan dikisahkan oleh  Uskup Ma Daqin di Kota Shanghai, sebagai pimpinan Seminai Seshan. Kisah yang diumumkan majalah bulanan terkemuka Inggris The Economist edisi September 2013 itu menguraikan,  bahwa Gereja memiliki dua pimpinan, yakni Gereja sendiri dan Pemerintah China yang komunistis.

Dalam prosedur resminya Uskup Shanghai Ma Daqin harus melaporkan posisi dan wewenangnya kepada Pemerintah, dan otomatis diapun harus melapor kepada pimpinan Gereja Katolik di Beijing dan pusatnya di Roma. Prosedur yang dibakukan di China adalah sang Bishop harus menyampaikan semua kegiatannya kepada lembaga Katolik Pemerintah China yang bernama  CCPA singkatan dari The Chinese Catholic Patriotic Association-Asosiasi Patriotik Katolik China.

Dicermati dan Diatur Pemerintah

Kesimpulannya semua kegiatan agama harus selalu diketahui, bahkan dicermati dan diatur oleh Pemerintah dan organ partai komunis setempat. Namun pembatasan-pembatasan dan intrvensi partai dan pemerintah tersbut  tidaklah selalu memperlemah  kegiatan agama Katlolik dan Kristen di ngeri berpenduduk 3,5 miliar jiwa tersebut. Kontrol  pemerintah terhadap agama begitu luas dan intervensi terhadap  penetapan  para pimpinan khususnya uskup cukup ketat.

Bahkan Uskup  Ma Daqin pernah ditahan rumah. Interveni  partai dan pmerintah China ini sudah diberlakukan sejak tahun 1957, dan khususnya dalam penetapan rohaniwan dan uskup harus dilakukan dengan campur tangan partai dan pemerintah setempat. Asosiasi Pariotik Katolik China-APKC. Para anggota dan pengurus APKC ini bukanlah anggota gejeja muni, karena mereka hanya bertindak sebagai penentu kekuasaan terhadap kehiudpan umat  Katolik China. Jumlah umat Katolik di negeri China sekitar 8-12 orang.

Pusat Studi Spiritual Suci yang ketuanya adalah Anthony Lam  mengatakan, bahwa  hanya tercatat pemerintah sebanyak 6 juta orang. Namun dalam kenyataannya lebih banyak umat Katolik China, yang setia kepada Tahta Suci di Roma. Meskipun masalah gereja dan umat menjadi rumit namun kondisi jemaat tetap menggembirakan. Pemerintah Shanghai  hanya merasa sedikit cemas, meskipun Uskup Ma Daqin pernah ditahan beberapa lama.

APKC yang didirikan sebagai pengontrol agama pada tahun 1957 tentu tidak mampu mengerem kegiatan beragama, karena banyak anggota gereja yang tetap bertahan dan beribadah di ruang-ruang tertutup. Malahan para anggota jemaat menjuluki  lembaga APKC sebagai badan untuk mengejar wewenang dan kekuasaan politik untuk mengerem kegiatan beragama masyarakat. Meskipun ada dualisme antara lembaga agama bentukan pemerintah dan yang riil berada dalam masyarakat, pemerintah sulit menekan kegiatan gereja dan umat Katolik di negeri China.

Tidak Melihat Keberhasilan

Pegiat dan ahli keagamaan  Tao Feiya malahan tidak melihat keberhasilan tindakan APKC dalam mengontrol kehidupan beragama (Katolik) di negeri besar tersebut. Dalam kegiatan terakhir, meskipun  keadaan politisasi keagamaan terus diterapkan pemerintah, namun hasilnya tidak bisa menghentikan  kegiatan umat Katolik di China. Artinya lembaga pengontrol pemerintah APKC gagal mengintervensi kegiatan gereja di Shanghai.

Umat yang dalam menanggapi  keputusan politik pemerintah untuk menjegal kegiatan gereja memperbanyak  surat keputusan menjegal Uskup Ma Daqin, serta mengatakan SK penguasa itu tidak banyak pengaruhnya terhadap eksistensi kegiatan Sang Uskup. Uskup Ma Daqin malahan dijuluki Cahaya yang Merebak di tengah kegelapan China dan karena itu menyerukan agar umat Katolik tetap konsisten menjalankan kegiatan gerejawinya dengan tenang.

Add comment

Komentar tidak mewakili pandangan umum Majelis Umat Kristen Indonesia. Dilarang untuk berkomentar yang mengandung hujatan, fitnah, SARA dan lainnya yang merusak kedamaian. MUKI berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dianggap tidak layak


Security code
Refresh