Iklan by MUKI

Renungan

KEMENANGAN YANG ABADI

KEMENANGAN YANG ABADI, Lukas 24:1-9

Shalom saudara(i). Minggu prapaskah mengingatkan bersiap sambut hari kemenangan. Ada enam lilin dinyalakan serentak dan dimatikan satu tiap minggu sampai tiba minggu sebelum Jumat Agung. Paskah merupakan lanjutan peristiwa dari minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi. Peristiwa ini saling terkait satu dengan lainnya. Paulus menulis: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (I Korintus 15:3-4). Paskah peristiwa terbesar dalam sejarah dan menyakinkan bahwa Kristus telah disalibkan dan telah mati dan telah dikuburkan dan telah bangkit pada hari ketiga. Bangkit artinya memenangkan kuasa alam maut. Kematian bukan akhir hidup, tetapi dimulainya kehidupan lain yang berbeda. Lukas menulis secara rinci tentang peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus.

Selanjutnya...

Renungan Singkat

"Cinta bisa buat orang bahagia; uang bisa buat dunia berputar; tapi sahabat... ah, itu yang buat hidup lebih hidup."

Tanpa Nama

Kristen | Pemda dan Kota Jakarta
Rasa Empati Wagub DKI Jakarta Ahok Selamatkan Anak Putus Sekolah PDF Cetak E-mail Dibaca: 1195
PostAuthorIcon Maria TS    PostDateIcon Jumat, 30 Agustus 2013 09:34

Setali tiga uang, Gubernurnur DKI Jakarta Djoko Widodo dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama memiliki rasa kepedulian yang besar kepada setiap warganya. Belum lama berselang, wagub yang akrab disapa Ahok ini memberikan bantuan pendidikan kepada sepasang anak kembar berusia 13 tahun.

Anak kembar bernama Dina Lestari dan Diki Wahyudi itu terlahir dari keluarga kurang mampu, sehingga mereka mengalami putus sekolah. Mengetahui hal itu, Ahok langsung turun tangan. Dengan menggunakan uang operasional miliknya, Wakil Gubernur DKI Jakarta itu  membiayai kedua anak tersebut, sehingga mereka bisa kembali ke bangku sekolah.

Menurut Ahok, dua siswa SMP itu sudah bersekolah sejak Rabu, 28 Agustus 2013. Selain itu, mereka juga mendapatkan Kartu Jakarta Sehat (KJS), Kartu Jakarta Pintar (KJP), seragam, dan buku pelajaran.

Terkait adanya anak putus sekolah, Ahok mengaku kecewa dengan kinerja bawahannya yang sampai lengah membiarkan hal itu terjadi. Seharusnya, RT-RW, lurah, camat, Dinas Pendidikan, hingga anggota PKK setempat dapat melaporkan dan segera mengurus permasalahan itu hingga selesai.

"Masak yang kayak begini harus saya yang temui juga. Semestinya semua bisa bergerak dong," tegasnya.

Oleh karena itu, ia meminta bantuan kepada staf pribadinya, Nathanael, yang juga koordinator Ahok Center, untuk mengurusi permasalahan itu, mulai dari meninjau lokasi rumah anak kembar itu hingga mengurusi sekolah.

Si kembar Dina dan Diki yang putus sekolah itu adalah anak dari Rosidah (41), yang memiliki kartu keluarga Jakarta Selatan benomor 3174050601093123. Dalam kartu keluarga tertanggal 17 Desember 2012 itu, kepala keluarga mereka bernama Eko Waluyo.

Rosidah sudah lama berpisah dengan suaminya dan kini bekerja serabutan. Anak paling tua Rosidah putus sekolah kemudian membantu kakek dan neneknya berjualan ikan di Jepara.

"Sekarang si kembar sudah dua tahun putus sekolah. Mereka masih pengin sekolah. Saya tidak tahu harus cari bantuan di mana," kata Rosidah.

Warga RT 08 RW 04 Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ini mengatakan, anak kembarnya sempat mengikuti orientasi sekolah di SMP Al Ikhlas, salah satu sekolah swasta. Saat itu, mereka mendapat keringanan berupa dua kali mencicil biaya masuk sekolah sebesar Rp 1 juta. Namun, kata Rosidah, dia tak sanggup memenuhi keperluan perlengkapan sekolah untuk kedua anaknya itu, bahkan untuk biaya hidup sehari-hari pun sudah berat.

Sebagai buruh cuci, dia mengaku hanya mendapat upah harian Rp 25.000 di lingkungan tempatnya tinggal. Sekarang, lanjut Rosidah, Dina dan Diki juga ikut bekerja serabutan dengan menjadi penjaga penyewaan PlayStation di dekat rumah mereka. Dia berharap kedua anaknya ini masih bisa melanjutkan sekolah, setidaknya sampai tamat SMP.

Add comment

Komentar tidak mewakili pandangan umum Majelis Umat Kristen Indonesia. Dilarang untuk berkomentar yang mengandung hujatan, fitnah, SARA dan lainnya yang merusak kedamaian. MUKI berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dianggap tidak layak


Security code
Refresh