Iklan by MUKI

Renungan

KEMENANGAN YANG ABADI

KEMENANGAN YANG ABADI, Lukas 24:1-9

Shalom saudara(i). Minggu prapaskah mengingatkan bersiap sambut hari kemenangan. Ada enam lilin dinyalakan serentak dan dimatikan satu tiap minggu sampai tiba minggu sebelum Jumat Agung. Paskah merupakan lanjutan peristiwa dari minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi. Peristiwa ini saling terkait satu dengan lainnya. Paulus menulis: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (I Korintus 15:3-4). Paskah peristiwa terbesar dalam sejarah dan menyakinkan bahwa Kristus telah disalibkan dan telah mati dan telah dikuburkan dan telah bangkit pada hari ketiga. Bangkit artinya memenangkan kuasa alam maut. Kematian bukan akhir hidup, tetapi dimulainya kehidupan lain yang berbeda. Lukas menulis secara rinci tentang peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus.

Selanjutnya...

Renungan Singkat

"Iman yang kecil bilang: Tuhan bisa melakukannya.

Iman yang besar bilang: Tuhan akan melakukannya.

Tapi iman yang dahsyat bilang: Sudah dilakukan!"

Tanpa Nama

Kristen | Kebangsaan
Krisis Nasionalisme di Indonesia PDF Cetak E-mail Dibaca: 1123
PostAuthorIcon Yohanes    PostDateIcon Sabtu, 11 Januari 2014 16:14

Indonesia kembali menghadapi krisis nasionalisme, demikian Direktur Eksekutif Indonesian Conference on Religion and Peace(ICRP), Mohammad Monib menceritakan pengalaman ICRP mengunjungi beberapa sekolah keagamaan yang mulai kehilangan rasa nasionalismenya.

Ia mencontohkan dalam kunjungan ke beberapa sekolah berbasis agama di Bogor dan Bekasi pada November 2013, ICRP menemukan adanya penurunan rasa nasionalisme.

Menyitir pendapat Ucan Indonesia, sekolah secara sengaja meniadakan upacara bendera yang rutin diadakan setiap Senin karena mengharamkan pemberian hormat terhadap bendera merah-putih, serta menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya.

Sayangnya, instansi berwenang malah terkesan membiarkan, bukan justru memberikan pembinaan pada sekolah-sekolah tersebut.

“Ini persoalan serius kebangsaan dan nasionalisme kita. Karena itu (bendera dan lagu kebangsaan) adalah bentuk apresiasi terhadap perjuangan kemerdekaan yang diraih dengan susah dan penuh air mata, bahkan dengan darah dan nyawa,” tegasnya lagi.

Wikipedia mencatat berbagai pemberontakan yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia dan pernah menjadi ancaman disintegrasi bangsa.

Misalnya saja pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang digagas oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo untuk mendirikan Negara Islam Indonesia (NII). Pemberontakan ini terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Pemberontakan lainnya terjadi di Maluku Selatan dengan berdirinya Republik Maluku Selatan (RMS), di tanah Pasundan dengan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA), dan beberapa aksi pemberontakan lainnya.

Disintegrasi adalah salah satu bentuk krisis nasionalisme yang mengancam kesatuan Indonesia.

Dan kini krisis nasionalisme kembali mengancam Indonesia, tidak lagi berupa pemberontakan, melainkan hilangnya rasa bangga dan penghayatan atas sejarah perjuangan Indonesia.

 

 

Add comment

Komentar tidak mewakili pandangan umum Majelis Umat Kristen Indonesia. Dilarang untuk berkomentar yang mengandung hujatan, fitnah, SARA dan lainnya yang merusak kedamaian. MUKI berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dianggap tidak layak


Security code
Refresh