Renungan

Renungan Natal: "Keluarga yang Dipakai Tuhan
  • Nats Pembimbing Yesaya 9:1-2,5
  • Nats Renungan Lukas 1:1-7

Bicara natal saudara-saudara kekasih, kita kembali diingatkan pada masa-masa masih kecil, ada sesuatu yang beda dari yang biasa kita lakonkan sehari-hari. Begitu banyak orang mau menyambut Natal. Tidak peduli dari agama manapun, moment Natal adalah moment dinanti-nantikan, tentu bukan karena maknanya, tetapi lebih karena hari liburnya, apalagi hari penuh promo barang-barang baru. Bagi banyak orang Natal sekadar hari libur menjelang akhir tahun yang dinantikan, bisa kumpul dengan keluarga, terima bonus akhir tahun. Banyak orang Kristen juga demikian, ikut arus zaman dimana hanya menjalani rutinitas perayaan natal, pergi ke gereja menghadiri kebaktian Natal, ikut memasang pohon Natal dan pernik-perniknya, tetapi melupakan makna Natal yang sesungguhnya. Hari ini kita bicara tentang natal yang berbeda yaitu natal dalam keluarga dengan tema Keluarga yang dipakai Tuhan.

Selanjutnya...

Renungan Singkat

"Hidup bisa memberi kita 100 alasan buat menangis, tapi Tuhan memberi kita 1000 alasan untuk tersenyum."

Tanpa Nama

Stats Counters


Visits today:12
Visits yesterday:75
Visits in this month:1540
Visits in previous month:1739
Visits in this year:20279
Visits total:34270
Kristen | Kebangsaan
Menko Kesra: Kurikulum Tahun 2013 Ada Penambahan Jam Sekolah PDF Cetak E-mail Dibaca: 229
PostAuthorIcon Redaksi Mukinews.com    PostDateIcon Jumat, 23 November 2012 18:13

Pemerintah akan melakukan perubahan kurikulum pendidikan pada 2013 pada semua jenjang pendidikan negeri,swasta dan agama. Dampak dari perubahan tersebut terjadi penambahan jam sekolah.

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono,mengatakan, perubahan yang mulai diterapkan pada Juli 2013 berlaku untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), misalnya kelas 1 yang semula 26 jam dalam seminggu menjadi 30 jam. Kelas 2 dari hanya 27 jam menjadi 32 jam dalam seminggu. Kelas 3 menjadi 34 jam dari 28 jam sebelumnya. Sementara untuk kelas 4, 5, 6 dari 32 jam menjadi 36 jam.

“Implementasinya akan dilakukan secara gradual,bertahap untuk kelas I,IV,VII dan 1 SMA. Pertimbangannya kalau kelas 2 sudah mau ujian nasional. Sambil berjalan, tiga tahun ke depan secara keseluruhan sudah bisa diterapkan,” kata Agung seusai memimpin Rapat Koordinasi tentang Kurikulum 2013 di Kemenko Kesra,Jakarta.

Rakor ini juga dihadiri Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Malarangeng,Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menurutnya, kurikulum 2013 ini 'memangkas' mata pelajaran (mapel) sehingga terintegrasi dan terpadu. Untuk tingkat SD dari 10 mapel menjadi 6, yaitu Bahasa Indonesia (yang menyatukan IPA dan IPS), Agama, Pancasila dan Kewarganegaraan, Matematika, Seni Budaya (termasuk muatan lokal), serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.

Pertimbangan menggabungkan IPA dan IPS, adalah dengan pendekatan di SD selama ini, ketika diajari IPA dan IPS siswa memerlukan pengertian yang utuh. Karena itu dilakukan pendekatan tematik sehingga ketika diajarkan fungi dan turunannya, misalnya air, anak diajarkan untuk mengetahui fungsinya dari berbagai perspektif.

Sementara untuk tingkat SMP mapelnya Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia,Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan serta Prakarya.

Untuk kegiatan kepramukaan menjadi kegiatan wajib ekstrakurikuler sebagai pembentuk  karakter bangsa dalam menumbuhkan budi pekerti dan kesetiakawanan sosial. Namun kegiatan ini masih perlu dikonsultasikan lagi agar tidak menjadi beban bagi murid, terutama murid yang berkebutuhan khusus.

“Nantinya ada pendidikan khusus kepramukaan bagi para guru di semua jenjang. Minimal dua guru di setiap sekolah menjadi instruktur kepramukaan bagi murid,” ucapnya.

Agung menambahkan, penataan kurikulum ini jelas berimbas pada pengadaan buku sekolah. Nantinya akan ada buku induk atau bahan ajar yang diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga siswa hanya akan membawa satu buku tersebut,yang dirancang sesuai dengan kurikulum sekarang ini. Buku ini akan disediakan oleh pemerintah untuk mencegah praktek jual beli buku.

Pemerintah juga akan memberikan pelatihan kepada guru untuk mengantisipasi implementasi perubahan kurikulum ini, karena keberhasilannya nanti tergantung pada guru.

Sementara itu, Deputi Menko Kesra Bidang Pendidikan dan Agama Prof Agus Sartono,mengatakan, tidak benar pernyataan beberapa kalangan yang menilai perubahan kurikulum terjadi karena penggantian menteri.Perubahan ini adalah amanat pembangunan sejak 1999 yang mendorong kurikulum harus dinamis sesuai tuntutan jaman.

“Kita malah termasuk yang agak terlambat dinamika kurikulumnya. Jadi menurut saya penggantian kurikulum tidak ada hubungannya dengan penggantian menteri,” katanya. (SP/Otto)

Add comment

Komentar tidak mewakili pandangan umum Majelis Umat Kristen Indonesia. Dilarang untuk berkomentar yang mengandung hujatan, fitnah, SARA dan lainnya yang merusak kedamaian. MUKI berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dianggap tidak layak


Security code
Refresh