Renungan

Dengan Doa Pintu Pertolongan Tuhan Tersedia

Pendahuluan

Hidup rutinitas kita tidak pernah lepas dari keluar masuk. Anda pasti pernah keluar dan masuk. Saat seseorang berada di dalam, sesungguhnya ia baru saja dari luar/keluar. Begitu sebaliknya, saat seseorang berada di luar, sesungguhnya ia baru saja dari dalam. Ini adalah hukum alam. Karena bumi ini dibentuk dengan ruang-ruang. Orang dari Pulau Sumatera akan mengatakan kepada orang dari Pulau Jawa adalah orang luar pulau. Demikian sebaliknya.

Selanjutnya...

Renungan Singkat

"Tuhan selalu ngasih harapan pada yang ngga menyerah, mujizat pada yang percaya dan Dia nggak ninggalin mereka yang berjalan bersamaNya."

Tanpa Nama

Stats Counters


Visits today:22
Visits yesterday:61
Visits in this month:1498
Visits in previous month:1519
Visits in this year:5688
Visits total:19679
Kristen | Kebangsaan
Menko Kesra: Kurikulum Tahun 2013 Ada Penambahan Jam Sekolah PDF Cetak E-mail Dibaca: 165
PostAuthorIcon Redaksi Mukinews.com    PostDateIcon Jumat, 23 November 2012 18:13

Pemerintah akan melakukan perubahan kurikulum pendidikan pada 2013 pada semua jenjang pendidikan negeri,swasta dan agama. Dampak dari perubahan tersebut terjadi penambahan jam sekolah.

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono,mengatakan, perubahan yang mulai diterapkan pada Juli 2013 berlaku untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), misalnya kelas 1 yang semula 26 jam dalam seminggu menjadi 30 jam. Kelas 2 dari hanya 27 jam menjadi 32 jam dalam seminggu. Kelas 3 menjadi 34 jam dari 28 jam sebelumnya. Sementara untuk kelas 4, 5, 6 dari 32 jam menjadi 36 jam.

“Implementasinya akan dilakukan secara gradual,bertahap untuk kelas I,IV,VII dan 1 SMA. Pertimbangannya kalau kelas 2 sudah mau ujian nasional. Sambil berjalan, tiga tahun ke depan secara keseluruhan sudah bisa diterapkan,” kata Agung seusai memimpin Rapat Koordinasi tentang Kurikulum 2013 di Kemenko Kesra,Jakarta.

Rakor ini juga dihadiri Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Malarangeng,Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menurutnya, kurikulum 2013 ini 'memangkas' mata pelajaran (mapel) sehingga terintegrasi dan terpadu. Untuk tingkat SD dari 10 mapel menjadi 6, yaitu Bahasa Indonesia (yang menyatukan IPA dan IPS), Agama, Pancasila dan Kewarganegaraan, Matematika, Seni Budaya (termasuk muatan lokal), serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.

Pertimbangan menggabungkan IPA dan IPS, adalah dengan pendekatan di SD selama ini, ketika diajari IPA dan IPS siswa memerlukan pengertian yang utuh. Karena itu dilakukan pendekatan tematik sehingga ketika diajarkan fungi dan turunannya, misalnya air, anak diajarkan untuk mengetahui fungsinya dari berbagai perspektif.

Sementara untuk tingkat SMP mapelnya Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia,Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan serta Prakarya.

Untuk kegiatan kepramukaan menjadi kegiatan wajib ekstrakurikuler sebagai pembentuk  karakter bangsa dalam menumbuhkan budi pekerti dan kesetiakawanan sosial. Namun kegiatan ini masih perlu dikonsultasikan lagi agar tidak menjadi beban bagi murid, terutama murid yang berkebutuhan khusus.

“Nantinya ada pendidikan khusus kepramukaan bagi para guru di semua jenjang. Minimal dua guru di setiap sekolah menjadi instruktur kepramukaan bagi murid,” ucapnya.

Agung menambahkan, penataan kurikulum ini jelas berimbas pada pengadaan buku sekolah. Nantinya akan ada buku induk atau bahan ajar yang diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga siswa hanya akan membawa satu buku tersebut,yang dirancang sesuai dengan kurikulum sekarang ini. Buku ini akan disediakan oleh pemerintah untuk mencegah praktek jual beli buku.

Pemerintah juga akan memberikan pelatihan kepada guru untuk mengantisipasi implementasi perubahan kurikulum ini, karena keberhasilannya nanti tergantung pada guru.

Sementara itu, Deputi Menko Kesra Bidang Pendidikan dan Agama Prof Agus Sartono,mengatakan, tidak benar pernyataan beberapa kalangan yang menilai perubahan kurikulum terjadi karena penggantian menteri.Perubahan ini adalah amanat pembangunan sejak 1999 yang mendorong kurikulum harus dinamis sesuai tuntutan jaman.

“Kita malah termasuk yang agak terlambat dinamika kurikulumnya. Jadi menurut saya penggantian kurikulum tidak ada hubungannya dengan penggantian menteri,” katanya. (SP/Otto)

Add comment

Komentar tidak mewakili pandangan umum Majelis Umat Kristen Indonesia. Dilarang untuk berkomentar yang mengandung hujatan, fitnah, SARA dan lainnya yang merusak kedamaian. MUKI berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dianggap tidak layak