Iklan by MUKI

Renungan

KEMENANGAN YANG ABADI

KEMENANGAN YANG ABADI, Lukas 24:1-9

Shalom saudara(i). Minggu prapaskah mengingatkan bersiap sambut hari kemenangan. Ada enam lilin dinyalakan serentak dan dimatikan satu tiap minggu sampai tiba minggu sebelum Jumat Agung. Paskah merupakan lanjutan peristiwa dari minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi. Peristiwa ini saling terkait satu dengan lainnya. Paulus menulis: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (I Korintus 15:3-4). Paskah peristiwa terbesar dalam sejarah dan menyakinkan bahwa Kristus telah disalibkan dan telah mati dan telah dikuburkan dan telah bangkit pada hari ketiga. Bangkit artinya memenangkan kuasa alam maut. Kematian bukan akhir hidup, tetapi dimulainya kehidupan lain yang berbeda. Lukas menulis secara rinci tentang peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus.

Selanjutnya...

Renungan Singkat

"Cinta bisa buat orang bahagia; uang bisa buat dunia berputar; tapi sahabat... ah, itu yang buat hidup lebih hidup."

Tanpa Nama

Kristen | Lintas Agama
Awas Ancaman Teroris Jelang Imlek PDF Cetak E-mail Dibaca: 1170
PostAuthorIcon Vegalira    PostDateIcon Sabtu, 11 Januari 2014 15:28

Untuk mengantisipasi pekasanaan perayaan Imlek (Tahun Baru Cina) yang akan berlangsung pada 31 Januari mendatang, pengurus wihara dan kelenteng di Jakarta menambah pemasangan kamera pengawas atau CCTV. Pasalnya, dari hasil penemuan petugas di rumah kontrakan yang dihuni enam terduga teroris yang ditembak mati oleh Tim Detasemen Khusus  (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri, di Kampung Sawah, Tangerang, pada malam Tahun Baru 2014, diketahui bahwa salah satu rencana mereka adalah melakukan penyerangan terhadap puluhan  wihara yang berada di Jakarta.

Pernyataan di atas disampaikan oleh Ketua Perwalian Umat Buddha Indonesia (Walubi) Yongris. "Selain menambah jaringan CCTV, kami  juga berkoordinasi dengan kepolisian berupa penyiapan metal detector dan anjing pelacak.

Berdasarkan pertimbangan keamanan, tahun ini, kata Yongris yang juga salah satu pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Selatan, tidak akan ada perayaan Imlek di luar wihara dan kelenteng. Kalaupun ada perayaan di lapangan, ujar Yongris, hal itu hanya bisa dilakukan bila ada jaminan keamanan dari kepolisian. Imlek bertepatan pada tanggal 31 Januari 2014.

Pengamanan terkait Imlek diperketat menyusul dugaan aksi terorisme beralih sasaran ke tempat peribadahan umat Buddha ini. Dugaan bermula dari temuan data wihara dan kelenteng di rumah kontrakan yang digerebek tim Densus 88 Antiteror Polri pada malam pergantian tahun.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli  Amar mengatakan, terdapat sekitar 20 hingga 30 wihara  di Jakarta yang ingin diserang oleh para terduga teroris ini.

“Nama-nama wihara sudah mereka catat dan terdapat dalam print out  dokumen yang ditemukan di tempat penyergapan. Dua di antaranya sudah  mereka beri tanda. Itu sepertinya yang akan menjadi target pertama  mereka”, kata Boy Rafli.

 

Add comment

Komentar tidak mewakili pandangan umum Majelis Umat Kristen Indonesia. Dilarang untuk berkomentar yang mengandung hujatan, fitnah, SARA dan lainnya yang merusak kedamaian. MUKI berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dianggap tidak layak


Security code
Refresh