Iklan by MUKI

Renungan

KEMENANGAN YANG ABADI

KEMENANGAN YANG ABADI, Lukas 24:1-9

Shalom saudara(i). Minggu prapaskah mengingatkan bersiap sambut hari kemenangan. Ada enam lilin dinyalakan serentak dan dimatikan satu tiap minggu sampai tiba minggu sebelum Jumat Agung. Paskah merupakan lanjutan peristiwa dari minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi. Peristiwa ini saling terkait satu dengan lainnya. Paulus menulis: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (I Korintus 15:3-4). Paskah peristiwa terbesar dalam sejarah dan menyakinkan bahwa Kristus telah disalibkan dan telah mati dan telah dikuburkan dan telah bangkit pada hari ketiga. Bangkit artinya memenangkan kuasa alam maut. Kematian bukan akhir hidup, tetapi dimulainya kehidupan lain yang berbeda. Lukas menulis secara rinci tentang peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus.

Selanjutnya...

Renungan Singkat

"Sejauh mana engkau mau Tuhan campur tangan dalam hidupmu, maka sejauh itulah Dia akan campur tangan dalam hidupmu..."

Tanpa Nama

Kristen | Lintas Agama
INTOLERANSI DAPAT MERUSAK KEBHINEKAAN INDONESIA PDF Cetak E-mail Dibaca: 390
PostAuthorIcon Ben    PostDateIcon Rabu, 05 April 2017 15:12

JAKARTA- MUKI News - Organisasi Keagamaan Majelis Umat Kristen Insonesia (MUKI) menyelenggarakan Seminar Nasional dengan topik: Kebhinekaan Insonesia dengan menghadirkan pembicara Ketua PGI yaitu Pdt Dr Albertus Patty dan mantan Pangdam Bukit Barisan Mayjen TNI (Purn) Winston Simanjuntak. Ketua PGI Pdt Dr Albertus Patty mengatakan situasi, kondisi dan keadaan sosial politik Indonesia akhir-akhir ini mengakibatkan kebhinekaan Indonesia sedang memasuki masa-masa sulit. Kedewasaan dan ketahanan bangsa Indonesia sedang diuji, ditengah suburnya pertumbuhan paham radikalisme di Tanah Air.

Menurut Pdt Dr Albertus Patty bahwa kondisi kebhinekaan saat ini amat terganggu akibat sikap intoleransi, yang pada akhirnya akan memecah belah Kesatuan dan Persatuan bangsa Indonesia. Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber pada Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI). Selain Ketua PGI yang hadir sebagai pembicara acara yang dilaksanakan di GPIB Bukit Moria, Tebet, Jakarta Selatan (2/2) lalu, itu, juga hadir sebagai pembicara Mayjen TNI (Purn) Wiston Simanjutak.

Masih menurut Pdt. Albertus Patty, di dunia ini telah ada banyak contoh  negara yang runtuh akibat gagal untuk memperkuat kebinekaannya. “Banyak yang gagal mempertahankan kebhinekaan bangsanya seperti seperti Uni soviet, Yugoslavia, India, Pakistan, Sudan, Irak dan Suriah. India pecah gara-gara perbedaan agama India mayoritas agama Hindu sementara Pakistan mayoritas Muslim kemudian pecah lagi gara-gara perbedaan etnik yaitu Bangladesh. Itu hanya karena perbedaan dan intoleran, jadi mari kita saling menghormati dan menghargai kebinekaan Indonesia yang membudaya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Hadir sebagai pembicara pertama Mayjen TNI (Purn) Winston Simajuntak pada seminar tersebut menyatakan bahwa dia kurang setuju dengan penyebutan Pancasila sebagai pilar tapi Pancasila adalah pondasi berbangsa dan bernegara karena kalau pilar bisa saja berganti tapi pondasi tidak berganti. ” Kalau pilar itu masih bisa saja berganti tapi pondasi tidak akan pernah berganti dan pondasi akan menopang bangunan yang ada di atasnya” ujarnya. NKRI dan Pancasila adalah pengikat kebersamaan dan itu adalah harga mati bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, TNI memegang peranan yang sangat penting dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara.

Sementara itu melalui Ketua Umumnya PP MUKI, Djasarmen Purba, SH dengan tegas menyatakan menolak dan siap mempertahankan Kebhinekaan Indonesia. Lebih jauh ia juga mengajak semua warga negara Indonesia untuk menolak tindakan dan gerakan yang dapat merusak kebinekaan, serta memberikan dukungan sepenuhnya kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan tegas kepada setiap orang maupun kelompok yang bertujuan untuk merusak NKRI dan Kebhinekaan Indonesia.

 

Add comment

Komentar tidak mewakili pandangan umum Majelis Umat Kristen Indonesia. Dilarang untuk berkomentar yang mengandung hujatan, fitnah, SARA dan lainnya yang merusak kedamaian. MUKI berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dianggap tidak layak


Security code
Refresh