Iklan by MUKI

Renungan

KEMENANGAN YANG ABADI

KEMENANGAN YANG ABADI, Lukas 24:1-9

Shalom saudara(i). Minggu prapaskah mengingatkan bersiap sambut hari kemenangan. Ada enam lilin dinyalakan serentak dan dimatikan satu tiap minggu sampai tiba minggu sebelum Jumat Agung. Paskah merupakan lanjutan peristiwa dari minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi. Peristiwa ini saling terkait satu dengan lainnya. Paulus menulis: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (I Korintus 15:3-4). Paskah peristiwa terbesar dalam sejarah dan menyakinkan bahwa Kristus telah disalibkan dan telah mati dan telah dikuburkan dan telah bangkit pada hari ketiga. Bangkit artinya memenangkan kuasa alam maut. Kematian bukan akhir hidup, tetapi dimulainya kehidupan lain yang berbeda. Lukas menulis secara rinci tentang peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus.

Selanjutnya...

Renungan Singkat

"Iman yang kecil bilang: Tuhan bisa melakukannya.

Iman yang besar bilang: Tuhan akan melakukannya.

Tapi iman yang dahsyat bilang: Sudah dilakukan!"

Tanpa Nama

Kristen | Lintas Agama
DIBUTUHKAN PEMIMPIN YANG TEGAS UNTUK MENCEGAH INTOLERANSI PDF Cetak E-mail Dibaca: 245
PostAuthorIcon Ben    PostDateIcon Rabu, 05 April 2017 17:35

JAKARTA-MUKI News - Acara Dialog Interaktif kedua dengan topik: Kebhinekaan Indonesia” kembali digelar oleh organisasi keagamaan Kristen Majelis Umat Kristen Insonesia (MUKI) bertempat di GPIB Paulus Menteng, Jakarta, Kamis (16/3) lalu dengan para pembicara Brigjen Pol (Purn) Viktor Edison Simanjuntak mantan Direktur Eksus Bareskrim Mabes Polri dan Raymod Sihombing, SH, LLM, Dialog Interaktif MUKI dengan Pembicara Brigjen Pol (Purn) Viktor Simanjuntak dan Raymond Sihombing, SH, LLM, Ph.DPh.D lulusan sekolah intelijen Rusia. Kedua pembicara berpendapat bahwa intoleransi yang kerap terjadi ditimbulkan kelemahan seorang pemimpin atau kepala daserah yang tidak tegas, Situasi, kondisi dan keadaan sosial politik Indonesia juga ikut berperan yang mengakibatkan kebhinekaan Indonesia memasuki masa-masa sulit. Kedewasaan dan ketahanan bangsa Indonesia sedang diuji, ditengah suburnya pertumbuhan paham radikalisme dengan pemanfaatan organisasi kemasyarakatan (ormas) juga untuk tujuan-tujuan politis.

Bahwa kondisi kebhinekaan saat ini amat sangat terganggu akibat sikap intoleransi, yang pada akhirnya akan memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Hal ini terlihat dengan kasus-kasus penutupan paksa rumah-rumah atau tempar ibadah Umat Krsiten seperti yang terjadi baru-baru ini di Bogor, Jawa Barat. Tampil sebagai moderator dalam acara dialog ini yaitu Wakil Ketua Umum DPP MUKI Drs Joni Pidel Patandung, MM. NKRI dan Pancasila adalah pengikat kebersamaan dan itu adalah harga mati bagi bangsa Indonesia. Semua elemen masyarakat terutama tokoh-tokoh Kristen memegang peranan yang sangat penting dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara.

Dalam sambutannya Ketua Umum DPP MUKI, Djasarmen Purba,SH menyinggung tentang penutupan tiga gereja di Parungpanjang, Bogor dan berharap MUKI dapat membantu dan mencari solusi penyelesaian masalah ini. Djasarmen yang saat ini masih menjabat sebagai Anggota DPD/MPR RI dengan tegas menyatakan menolak dan siap mempertahankan Kebhinekaan Indonesia. Lebih jauh Djasarmen juga mengajak semua warga negara Indonesia untuk menolak tindakan dan gerakan yang dapat merusak kebinekaan, serta memberikan dukungan sepenuhnya kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan tegas kepada setiap orang maupun kelompok radikal yang bertujuan untuk merusak NKRI dan Kebhinekaan Indonesia.

Add comment

Komentar tidak mewakili pandangan umum Majelis Umat Kristen Indonesia. Dilarang untuk berkomentar yang mengandung hujatan, fitnah, SARA dan lainnya yang merusak kedamaian. MUKI berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dianggap tidak layak


Security code
Refresh