Iklan by MUKI

Renungan

KEMENANGAN YANG ABADI

KEMENANGAN YANG ABADI, Lukas 24:1-9

Shalom saudara(i). Minggu prapaskah mengingatkan bersiap sambut hari kemenangan. Ada enam lilin dinyalakan serentak dan dimatikan satu tiap minggu sampai tiba minggu sebelum Jumat Agung. Paskah merupakan lanjutan peristiwa dari minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi. Peristiwa ini saling terkait satu dengan lainnya. Paulus menulis: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (I Korintus 15:3-4). Paskah peristiwa terbesar dalam sejarah dan menyakinkan bahwa Kristus telah disalibkan dan telah mati dan telah dikuburkan dan telah bangkit pada hari ketiga. Bangkit artinya memenangkan kuasa alam maut. Kematian bukan akhir hidup, tetapi dimulainya kehidupan lain yang berbeda. Lukas menulis secara rinci tentang peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus.

Selanjutnya...

Renungan Singkat

"Sejauh mana engkau mau Tuhan campur tangan dalam hidupmu, maka sejauh itulah Dia akan campur tangan dalam hidupmu..."

Tanpa Nama

Kristen | Opini
REFLEKSI AKHIR TAHUN 2014 PDF Cetak E-mail Dibaca: 2076
PostAuthorIcon Bonar Simangunsong    PostDateIcon Jumat, 16 Januari 2015 10:37

Ir. Drs. Bonar Simangunsong, SE, MSc Laksma TNI (Pur)

Tuhan menciptakan bumi dengan segala isinya dan juga alam semesta. Suatu karya yang luar biasa besar dan agung, yang semuanya itu diperuntukan bagi manusia untuk dikuasai dan dikendalikan, bahkan untuk dinikmati. Semua ciptaan tersebut sangat luar biasa, karya yang maha besar dengan skala yang sangat-sangat besar sekali dibandingkan dengan ukuran manusia ibarat setitik debu. Namun ciptaan Tuhan yang paling mulia adalah manusia, suatu makhluk yang memiliki tubuh, mental dan roh. Di dalam mental ada pikiran, ada perasaan, ada imajinasi dan ada energi yang sangat luar biasa besar dan kapasitasnya yang Tuhan berikan untuk menguasai dan mengendalikan ciptaan Tuhan yang maha besar, yang lain itu.

Di alam semesta, akhirnya ditemukan oleh para ahli ada 4 parameter yang menjadi alat ukur dan juga alat untuk mengerti alam semesta tersebut, yaitu: ruang, kecepatan, massa dan waktu. Ruang ditentukan oleh koordinat dan ukuran volume yang disebut meter kubik dalam sistem metrika, sementara kecepatan ditentukan oleh gerakan dan ukuran panjang yang disebut sistem metrika. Massa ditentukan oleh berat yang berhubungan dengan gravitasi dan gaya tarik serta diukur dengan kilogram, juga bagian dari sistem metrika (ada juga ukuran lain selain sistem metrika, yaitu yang disebut mil dan untuk berat pon). Tetapi untuk waktu mempunyai sistem tersendiri, yaitu detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, dekade, abad dan millenium. Keempat parameter itu berbeda di alam semesta, tergantung kepada masing-masing gravitasi dan gaya tarik yang dimiliki oleh benda-benda langit. Tetapi di bumi oleh kecerdasan manusia yang Tuhan berikan sejak Adam, sudah ditentukan oleh para ahli sebelumnya tentang parameter tersebut dan disepakati diseluruh dunia.

Yang paling disoroti saat ini adalah masalah waktu. Waktu adalah anugrah dari Tuhan dan sangat bernilai. Umat manusia patut menghargai waktu dan menikmatinya sekaligus. Waktu berlalu dan waktu datang. Masa lalu adalah waktu yang telah lewat dan tidak akan kembali lagi. Masa datang adalah waktu yang akan datang, belum hadir dan bagi umat manusia yang modern yang selalu ditunggu dengan suatu rencana. Bagaimana dengan kita orang percaya menanggapi masa lalu dan masa datang? Inilah yang menjadi inti refleksi kita pada akhir tahun 2014. Mau di apakan masa lalu tersebut, yaitu selama tahun 2014 yang akan berakhir pada tanggal 31 Desember, jam 24.00?

Manusia itu cerdas yang diciptakan Tuhan paling mulia dan paling dikasihiNya diantara ciptaanNya. Dari waktu ke waktu berkembang kecerdasan, pengetahuan dan keterampilannya. Tuhan menganugrahkan iman kepada masing-masing orang yang dipilihNya. Iman sangat tergantung kepada setiap pribadi dan tidak mengikuti evolusi ketiga kapasitas tersebut. Tetapi manusia yang beriman kepada Tuhan tetap saja tidak akan lepas dari ketiga kapasitas tesebut dan digunakannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Puji Tuhan justru dengan beriman kepada Tuhan Yesus, kapasitas kecerdasan dan pengetahuan telah Tuhan siapkan seperti firman Tuhan di Amsal 8:12-36.

Tuhan telah menciptakan hikmat jauh sebelum menciptakan dunia ini beserta isinya dan itulah yang digunakan oleh anak-anak Tuhan untuk menguasai dan mengendalikan ciptaanNya yang lain dan tidak mustahil untuk menguasai dan mengendalikan sesama manusia, tentu dengan tujuan yang baik seperti yang ditentukan oleh Tuhan sendiri. Maka, marilah kita merefleksikan masa tahun 2014 dan merencanakan serta mengharapkan yang lebih baik pada tahun 2015 dan seterusnya.

 

Di Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) hadir anak-anak Tuhan yang mempunyai peluang yang sama untuk meraih hikmat yang Tuhan berikan pada Amsal tersebut diatas, yang digunakan bagi kehidupan sehari-hari dan tentunya termasuk untuk MUKI sendiri. Masa lalu dijadikan jadi pelajaran, yaitu dengan mengevaluasi hal-hal yang berhasil untuk diteruskan dan hal-hal yang belum berhasil, apalagi kegagalan untuk diperbaiki. Kadang-kadang manusia tidak kuat menerima kegagalannya, sehingga mengalami stress dan pesimistis, demikian juga tidak siap menerima keberhasilan, sehingga muncul kesombongan dan puji diri. Bagi anak Tuhan kegagalan bukanlah ajang menjadi stress atau pesimis, tetapi kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Sebaliknya keberhasilan bukanlah ajang kesombongan atau puji diri tetapi adalah bukti campur tangan Tuhan yang di syukuri. Marilah kita merenungkan dan mengevaluasi selama tahun 2014, pasti ada keberhasilan dan ketidakberhasilan.

MUKI selama tahun 2014 sebagai organisasi yang masih sangat muda mengingat dibentuk pada 28 Desember 2012 dengan akte notaris No. 25 oleh notaris Jelly Eviana, SH, MA melanjutkan dan sebagai pengembangan dari MUKI Provinsi DKI yang didirikan pada tahun 2005, maka tidaklah heran belum banyak keberhasilan yang diraih oleh MUKI secara keseluruhan. Membentuk Pengurus Pusat MUKI saja membutuhkan waktu yang lama, yang bahkan sampai akhir tahun ini masih saja berdoa untuk mengisi posisi-posisi yang lowong karena pejabat sebelumnya harus melepaskan posisinya demi untuk melaksanakan tugas-tugas baru yang menyita waktunya. Tentu saja MUKI ikut senang dan bersyukur pada Tuhan, karena yang bersangkutan memperoleh kesibukan yang lebih dari yang sudah-sudah, yang artinya tenaga, pikiran dan waktunya dipakai Tuhan untuk tugas yang berguna. Sebagai akibatnya, maka perlu direkrut penggantinya yang ternyata tidak mudah untuk memperolehnya. Dengan pertolongan Tuhan diharapkan hal tersebut akan terisi. Hal lain yang boleh dikatakan belum berhasil, yaitu pembentukan Pengurus Provinsi dan Pengurus Kabupaten/Kota MUKI.

Tanpa mengurangi kapasitas, pengetahuan dan keterampilan umat Kristen, ternyata dalam berorganisasi seperti MUKI sebagai ormas masih membutuhkan penjelasan dan himbauan. Ormas bagi umat Kristen masih tergolong asing, pada hal sebagai warga negara dan layaknya warga negara di negara-negara maju ormas adalah tulang punggung masyarakat sipil (Civil Sociality) yang tugas dan utamanya dalam skala nasional sebagai penyeimbang kekuatan pemerintah dan kekuatan pasar harus dipahami. Bagi masyarakat sipil tentu saja ormas mutlak diperlukan di zaman modern ini, seperti berkembangnya ormas di Amerika Serikat sebanyak 1.5 juta, di India 3,5 juta, di Rusia 277.000, sementara di Indonesia hanya 65.000 lebih. Mestinya di Indonesia dengan penduduk nomor 4 terbesar di dunia memiliki ormas sekitar 300.000. Berapakah mestinya jumlah ormas untuk umat Kristen? Cukupkah satu, dua atau sepuluh ormas? Sementara saat ini hanya ada MUKI, bandingkan dengan India yang setiap 400 orang memiliki 1 ormas.

Bangsa Indonesia jauh sebelum dikenal Non Governmental Organization (NGO) yang berkembang sejak PBB didirikan telah hadir ormas di Nusantara, yaitu Muhammadiyah tahun 1912 dan NU 1926 yang dua-duanya adalah ormas yang anggotanya yang sangat besar dan sangat mungkin yang terbesar dan tertua di dunia. Kedua ormas ini adalah kebanggaan bangsa Indonesia, apalagi mengingat keduanya ikut mengambil bagian dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sayangnya hanya kedua ormas ini yang berkembang dan besar sampai saat ini dan tidak diikuti oleh umat beragama lainnya, termasuk umat Kristen.

MUKI walaupun gagasan, pemikiran, rencana maju pesat, tetapi pelaksanaannya sangat lambat. Mengingat pelaksananya yang masih perlu direkrut, dihimbau dan ditata. Hal lain yang membuat tersendatnya perkembangan MUKI adalah kepengurusan Badan Hukum sesuai dengan UU No. 17 Tahun 2013 tentang Ormas. Sejak berdirinya MUKI dengan akte notaris tersebut diatas langsung diurus Badan Hukumnya ke Kemhukham, tetapi pada saat itu belum siap melaksanakan UU No. 17 Tahun 2013 tentang Ormas tersebut. Bahkan Kemhukham mengarahkan ke Kemdagri seperti lazimnya kepengurusan ormas sebelum UU tersebut terbit. Tetapi Kemdagri menunjuk pada UU tersebut dan mengarahkan MUKI untuk mengurus Badan Hukum ke Kemhukham. Ternyata sesuai dengan prosedur yang dibuat oleh Kemhukham maka pengajuan Badan Hukum oleh MUKI melalui online dinyatakan terlambat, yaitu telah melebihi 3 bulan sejak pendirian, maka pengajuannya di tolak. Saat ini Pengurus Pusat MUKI sedang menata kembali akte penyesuaian dan muncullah hambatan yang tak diduga yaitu meminta kembali tanda tangan para pendiri.

Ormas dapat didirikan oleh 2 orang atau lebih dan agar cepat memang lebih baik tidak banyak pendirinya. Namun MUKI didirikan oleh banyak orang demi untuk mengikat turut memiliki dan kebersamaan yang ternyata juga membawa resiko, karena bisa saja para pendiri itu berpindah alamat, tukar KTP dan sebagainya. Segala sesuatunya itu ada untung ruginya dan disinilah yang diperlukan adanya hikmat untuk memutuskan mana yang terbaik, tetapi lebih dari itu bagaimana Tuhan dapat menolong sehingga hasilnya tidak terduga, yaitu keberhasilan. Sangat diperlukan semua yang terlibat di MUKI, para Pengurus dan simpatisan saling peduli dan saling mendoakan agar kekuatan yang dari Tuhan yang mengendalikan MUKI. Secara terbuka karena demikianlah kehendak Tuhan, kita umatnya adalah surat terbuka, MUKI mengakui belum banyak yang dapat dikerjakan atau bahkan belum ada yang dikerjakan keluar dari organisasi MUKI, kecuali Pengurus Provinsi DKI MUKI yang telah relatif stabil dan diakui Pemda DKI, sehingga selalu memperoleh dana hibah dari Pemda DKI.

Pengurus Pusat MUKI dan Pengurus Provinsi MUKI lainnya diluar DKI mengambil kebijakan, yaitu tidak melakukan aktifitas keluar umat Kristiani sebelum Badan Hukum terbit. Ormas adalah organisasi formal dan boleh dikatakan organisasi ketiga terbesar disuatu negara setelah pemerintah dan parpol. Oleh karena itu, menggerakkan ormas harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mempunyai Badan Hukum.

Kalau menyimak semua ketidakberhasilan tersebut apakah yang dapat MUKI syukurkan kepada Tuhan sebagai keberhasilan selama tahun 2014? Justru ada keberhasilan yang patut disyukurkan kepada Tuhan, yaitu makin dikenal dikalangan Gereja dan bahkan dikalangan organisasi lintas agama. Sudah diundang dalam pertemuan-pertemuan dan diminta pemikiran tentang kemasyarakatan. Demikian juga dengan bantuan Pengurus Provinsi DKI MUKI yang telah sah dan diakui oleh Pemda DKI sejak tahun 2006, karena sudah memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Nomor Inventarisasi: 17/STTPKO/KA/V/2006 tanggal 9 Mei 2006. Pengurus Provinsi DKI MUKI ikut mendorong kehadiran Pengurus Pusat MUKI dan lainnya.

Demikianlah sekilas refleksi tentang MUKI diakhir tahun 2014 dengan mengingat Mazmur 90:12 "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian hingga kami beroleh hati yang bijaksana". Hati yang bijaksana itu adalah hati yang bersyukur, hati yang introspektif, hati yang mengakui kesalahan dan hati yang berubah kepada yang lebih baik. Selanjutnya menyongsong tahun 2015 marilah kita berdoa dan menyampaikan kepada Tuhan rencana dan rancangan dimasa datang. Diharapkan Pengurus Provinsi DKI MUKI makin mantap dan tetap bermitra dengan Pemda DKI, membantu DKI melaksanakan program-program yang berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat, demikian juga menjalin hubungan yang baik dengan semua gereja-gereja di DKI dan lintas agama  tingkat DKI. Sudah waktunya juga Pengurus Provinsi DKI MUKI merekrut angota MUKI dari warga Kristen di DKI. MUKI DKI ikut membantu Pemda DKI membentuk warga DKI yang berbudaya, disiplin, damai dan toleran.

 

Pengurus Pusat MUKI diharapkan menyelesaikan kepengurusan Badan Hukum, demikian juga membentuk Pengurus di Provinsi-provinsi yang masih belum terbentuk. Bahkan diakhir tahun 2015 diharapkan diselenggarakan Rapat Umum Nasional untuk kepentingan sesuai dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga. Doa kita kepada Tuhan agar MUKI menjadi ormas yang memberdayakan anggotanya dan masyarakat sekelilingnya serta menyampaikan aspirasi dan kepentingan-kepentingannya kepada pemerintah dan pihak-pihak lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selanjutnya MUKI secara keseluruhan ikut dibina oleh pemerintah dan diberi hak-haknya sebagai ormas umat Kristen. Tuhan memberkati kita semua.

Pengurus Provinsi DKI MUKI sejak tahun 2012 sampai sekarang dan diharapkan seterusnya tetap bermitra dengan Pemda DKI dan menyelenggarakan pemberdayaan kepada umat Kristen dan umat lainnya (lintas agama). Shalom, Tuhan memberkati. (Penulis adalah Ketua Umum Pengurus Pusat Majelis Umat Kristen Indonesia)

Add comment

Komentar tidak mewakili pandangan umum Majelis Umat Kristen Indonesia. Dilarang untuk berkomentar yang mengandung hujatan, fitnah, SARA dan lainnya yang merusak kedamaian. MUKI berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dianggap tidak layak


Security code
Refresh