Iklan by MUKI

Renungan

KEMENANGAN YANG ABADI

KEMENANGAN YANG ABADI, Lukas 24:1-9

Shalom saudara(i). Minggu prapaskah mengingatkan bersiap sambut hari kemenangan. Ada enam lilin dinyalakan serentak dan dimatikan satu tiap minggu sampai tiba minggu sebelum Jumat Agung. Paskah merupakan lanjutan peristiwa dari minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi. Peristiwa ini saling terkait satu dengan lainnya. Paulus menulis: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (I Korintus 15:3-4). Paskah peristiwa terbesar dalam sejarah dan menyakinkan bahwa Kristus telah disalibkan dan telah mati dan telah dikuburkan dan telah bangkit pada hari ketiga. Bangkit artinya memenangkan kuasa alam maut. Kematian bukan akhir hidup, tetapi dimulainya kehidupan lain yang berbeda. Lukas menulis secara rinci tentang peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus.

Selanjutnya...

Renungan Singkat

"Cinta bisa buat orang bahagia; uang bisa buat dunia berputar; tapi sahabat... ah, itu yang buat hidup lebih hidup."

Tanpa Nama

Kristen | Ormas
Melayani dengan Hati Nurani PDF Cetak E-mail Dibaca: 1392
PostAuthorIcon Ega Mawardin    PostDateIcon Senin, 22 Desember 2014 13:35

Para Pembicara Sarasehan Mukinews.com (ki-ka): Leo Batubara, Sahrono dan Ega Mawardin

Dalam sarasehan pers yang diselenggarakan Pengurus Muki DKI Jakarta di Gedung Kasih Bersaudara, tanggal 8 Desember 2014 menampilkan topik Peningkatan Profesionalisme Wartawan dengan narasumber Drs. Leo Batubara, seorang pejuang pers Nasional, Wakil Ketua Dewan Pers tahun 2007-2010. Batubara membuka pemaparannya dengan satu pernyataan media online sepertinya kecil tetapi kalau saja beritanya menggoncangkan bisa sampai mendunia hanya dalam waktu singkat, disitulah terlihat kerja pers yang profesional. Bicara profesioanal sebenarnya pers kita sudah profesional baik dalam sistim dan hukum konstitusi dan undang-undang persnya sudah bagus tetapi ketika konstitusi dilanggar, ketika undang-undang dilangar, ketika aturan-aturan dilanggar maka kita menjadi tidak lagi professional, demikian Leo Batubara menjelaskan tentang kenapa pers kadang terlihat tidak profesional.

Lebih lanjut Leo Batubara menyatakan professional pers itu ditandai jika pers dapat dengan bebas menjalankan fungsinya sebagaimana diatur dalam UU Pers dan mentaati kode etik jurnalistik. Profesional terjadi jika insan pers melayani rakyat, bekerja berdasarkan hati nurani. Kalau ini diamalkan dengan baik oleh setiap wartawan sudah dipastikan ia adalah wartawan yang professional.

Sementara itu Sahrono dalam pemaparan topic kedua Peranan IT dalam Koran Online menyampaikan penggunaan sistim informasi teknologi sekarang ini menjadi hal yang mutlak bagi lembaga pers terlebih bagi yang media online. Lebih lanjut Sahrono mengatakan media online perlu mengembangkan diri menggunakan jaringan media sosial yang sudah lebih dulu berkembang di masyarakat sehingga berita yang disampaikan lebih cepat tiba pada pemirsanya. Jika dikaitkan dengan profesionalisme wartawan maka di media online juga berlaku prinsip kesetiaan dan kejujuran dalam berkarya dan loyalitas kepada visi dan misi itulah itulah yang membuat media dan wartawawannya dapat tetap bertahan dan dicintai masyarakat, demikian lebih lanjut Sahrono menguraikan hubungan antara teknologi informasi dan sikap professional insan pers.

Kegiatan sarasehan Mukinews.com dengan moderator Ega Mawardin dihadiri berbagai unsur pers diantaranya Ketua Perwanki Yusak dan wartawan-wartawan dari organisasi Perwanki, kelompok TVbudaya, juga kelompok PKRI dan insan pers lainnya.

Add comment

Komentar tidak mewakili pandangan umum Majelis Umat Kristen Indonesia. Dilarang untuk berkomentar yang mengandung hujatan, fitnah, SARA dan lainnya yang merusak kedamaian. MUKI berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dianggap tidak layak


Security code
Refresh