Iklan by MUKI

Renungan

KEMENANGAN YANG ABADI

KEMENANGAN YANG ABADI, Lukas 24:1-9

Shalom saudara(i). Minggu prapaskah mengingatkan bersiap sambut hari kemenangan. Ada enam lilin dinyalakan serentak dan dimatikan satu tiap minggu sampai tiba minggu sebelum Jumat Agung. Paskah merupakan lanjutan peristiwa dari minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi. Peristiwa ini saling terkait satu dengan lainnya. Paulus menulis: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (I Korintus 15:3-4). Paskah peristiwa terbesar dalam sejarah dan menyakinkan bahwa Kristus telah disalibkan dan telah mati dan telah dikuburkan dan telah bangkit pada hari ketiga. Bangkit artinya memenangkan kuasa alam maut. Kematian bukan akhir hidup, tetapi dimulainya kehidupan lain yang berbeda. Lukas menulis secara rinci tentang peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus.

Selanjutnya...

Renungan Singkat

"Cinta bisa buat orang bahagia; uang bisa buat dunia berputar; tapi sahabat... ah, itu yang buat hidup lebih hidup."

Tanpa Nama

Kristen | Pelayanan MUKI
Generasi Muda Mesti Waspada Terhadap Pengaruh Global Negatif PDF Cetak E-mail Dibaca: 1504
PostAuthorIcon Otto Ismail    PostDateIcon Rabu, 31 Oktober 2012 20:54

Ilustrasi: Generasi Muda Mesti Waspada Terhadap Pengaruh Global NegatifSelasa, 29 Oktober lalu, MuKI DKI Jakarta mengadakan acara Diskusi dengan Tokoh dan Ormas Pemuda Serta Pemberdayaan Generasi Muda Kristen. Pada dialog yang diselenggarakan 30 Oktober 2012 lalu mengambil topik: ‘Pengaruh Lingkungan Global Terhadap Generasi Muda Kristiani’. Pada kesempatan itu Ketua Umum MUKI DKI, Bonar Simangungsong menyampaikan sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekjen MUKI DKI, Sarah Vivi, berikut petikannya:

Dalam rangka peringatan hari Sumpah Pemuda dan menghormati para pemuda/pemudi Indonesia yang mengikrarkan sumpah bersama, yaitu mengaku satu tumpah darah, yaitu Tanah Air Indonesia, satu bangsa, bangsa Indonesia dan menjunjung tinggi bahasa Persatuan, yaitu bahasa Indonesia.

Ikrar tersebut menggema di seluruh Tanah Air dari hati9 sanubari pemuda/pemudi Indonesia pada saat itu dan sampai sekarang.

Pada saat itu pemuda/pemudi bangsa Indonesia dari pelbagai daerah yang disebut Jong Java, jong batak, Jong Sumatera, Jong Borneo (Kalimantan), Jong Celebes (Sulawesi), Jong Manado dan lain-lain.

Saat ini pemuda/pemudi dari suku-suku tersebut masih ada, walaupun  banyak yang sudah berasimilasi kawin-mawin antar suku. Dunia juga sedang mengalami proses asimilasi antar bangsa yang makin lama makin membiasa. Dari begitu banyak perbedaan yang disandang manusia, ada satu yang tidak mungkin dicampurkan, yaitu agama.

Walaupun Bhineka Tunggal Ika tetap ada, namun perbedaan lama-lama yang tersisa adalah agama, sementara yang lainnya menjadi campuran, seperti penampilan, kebiasaan, kebudayaan dan sebagainya, karena perkawinan dan pergaulan.

Maka tidak salah bila perwakilan pemuda/pemudi dari pelbagaoi daerah dapat ditambahkan dengan Jong Islam, Jong Kristen, Jong Katolik, Jong Hindu, Jong Budha dan Jong Konghucu. Kehadiran pemuda/pemudi (Jong) Kristiani (Kristen dan Katolik) tetap ada dan menjadi bagian yang melengkapi bangsa Indonesia dalam semangat Bhineka Tunggal Ika.

Pemuda/pemudi Kristiani harus tetap mengingat Sumpah Pemuda dan menerapkannya dalam kehidupan, mempertahankan NKRI berdasarkanPancasila dan UUD 45 dengan semangat Bhineka Tunggal Ika. Dilanjutkan perjuangan para pendahulu, ada yang sudah meninggal dan ada yang sudah tua, namun semangat itu tetap menyala. Bangun Indonsia agar menjadi bangsa yang maju, mandiri dan jaya, supaya bangsa yang besar ini (nomer empat di dunia), terhormat dan disegani di dunia internasional.

Terkait dengan tema dan topic diskusi kali ini. Pengaruh global ini melanda semua orang sampai ke pelosok-pelosok negeri. Generasi muda sebagai generasi penerus, masa depan bangsa, agar waspada, juga harus dibina dan diberdayakan.

Dibina agar mampu menolak pengaruh global yang negative, seperti individualistis, hedonistis, komsumeristis, kebebasan pergaulan yang mengarah ke narkoba, kebebasan seks, minuman keras, meningkat menjadi pelaku kekerasan, hidup seenaknya tanpa aturan dan sebagainya.

Pengaruh positif diadopsi, seprti ilmu pengetahuan dan teknologi, manajemen, keterampilan, demikian juga juga tentang demokrasi, HAM, masyarakat sipil (civil society) dan lain-lain.

Diberdayakan agar mampu menghidupi dirinya, membangun bangsanya dan mampu bersaing. Persaingan menjadi suatu perjuangan antar bangsa yang makin hebat. Terlebih lagi siap mengambil alih estafet kepemimpinan bangsa.

Sumber daya alam makin lama makin mahal dan langka, demikian juga setiap orang makin meningkat kebutiuhannya, maka perjuangan hidup terus meningkat.

Generasi muda Kristiani harus membiasakan diri untuk melakukan diskusi. Pasalnya, dunia yang penuh dengan dinamika dan masalah perlu terus didiskusikan secara rutin. Dunia maju bergelut dengan mikro elektronika, seperti computer dan telekomunikasi, bio teknologi seperti DNA, fungsi tubuh dengan unsur-unsurnya yang menjadi perhatian agar sehat dan panjang umur serta pengetahuan tentang semua mahluk, energi yang diperlukan makin meningkat, sedangkan bahan bakar fosil makin habis, maka beralih ke energi terbarukan (renewal energy, juga aerospace, penjelajahan ruang angkasa dan lain-lain.

Sementara negara-negara berkembang seperti Indonesia, memproses produk-produk yang tidak diproduksi negara maju, apalagi yang berakibat pada limbah, seperti tekstil, plastik, dll.

Comments  

 
0 # Toilet Portable 2017-04-23 06:56
http://goo.gl/i1wgqL
Pretty nice post. I just stumbled upon your blog
and wished to say that I have truly enjoyed browsing your blog posts.

In any case I will be subscribing to your feed and I hope you write again soon!
Reply | Reply with quote | Quote