Iklan by MUKI

Renungan

KEMENANGAN YANG ABADI

KEMENANGAN YANG ABADI, Lukas 24:1-9

Shalom saudara(i). Minggu prapaskah mengingatkan bersiap sambut hari kemenangan. Ada enam lilin dinyalakan serentak dan dimatikan satu tiap minggu sampai tiba minggu sebelum Jumat Agung. Paskah merupakan lanjutan peristiwa dari minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi. Peristiwa ini saling terkait satu dengan lainnya. Paulus menulis: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (I Korintus 15:3-4). Paskah peristiwa terbesar dalam sejarah dan menyakinkan bahwa Kristus telah disalibkan dan telah mati dan telah dikuburkan dan telah bangkit pada hari ketiga. Bangkit artinya memenangkan kuasa alam maut. Kematian bukan akhir hidup, tetapi dimulainya kehidupan lain yang berbeda. Lukas menulis secara rinci tentang peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus.

Selanjutnya...

Renungan Singkat

"Hidup bisa memberi kita 100 alasan buat menangis, tapi Tuhan memberi kita 1000 alasan untuk tersenyum."

Tanpa Nama

Kristen | Pelayanan MUKI
Era Reformasi Era kemunduran Nilai Nasionalisme PDF Cetak E-mail Dibaca: 1393
PostAuthorIcon Lrd.Khalits/Hanafi    PostDateIcon Jumat, 14 Desember 2012 14:47

Mukinews.com - Ketua Yayasan Suluh Nuswantara Bakti, Iman Sunario, usai acara dialog kebangsaan yang diadakan Aliansi Kebangsaan pada medio Desember di JHCC Jakarta, kepada Mukinews.com menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut merupakan pembicaraan akhir  tahun, yang dilakukan komponen aliansi kebangsaan yaitu YNSB, FKPPI, dan Partai Golkar.

Kegiatan dialog itu sebagai evaluasi terhadap kemajuan bangsa Indonesia selama kurun waktu satu tahun. Evaluasi terhadap nilai nasionalisme di era reformasi. Aliansi kebangsaan wadah suatu gerakan untuk mengingatkan kembali kepada seluruh komponen bangsa bahwa kita adalah satu bangsa dan satu tanah air yang harus menjunjung nilai harkat dan martabat kebangsaan.

Nilai Nasionalime dan rasa kebangsaa diartikan sebagai daya tahan masyarakat terhadap era globalisasi yang diwarnai era reformasi. Namun era reformasi ini justru mengalami disorientasi yang sifatnya global. Karena lebih berpikir dan terlalu menekankan kearah yang serba wah dan modern dianggap sangat penting, sehingga membuat lupa diri dan terlalu mendewakan serba ala barat atau negara luar.

“Memang dari luar tidak semuanya buruk, akan tetapi jangan lupa bahwa kita disini ditanah air kita Indonesia,” jelas Iman. Kehidupan dan gaya hidup di Indonesia tentu saja berbeda dengan negara lain di dunia ini, baik dari segi kultur, budaya dan adat istiadat, termasuk taraf dan tingkat kehidupan, dilihat dari segi sosial, ekonomi dan politik termasuk keamanan.

Oleh karena aliansi kebangsaan bersama dengan elemen masyarakat bangsa berupaya mengingatkan kembali dan menyadarkan selruh komponen bangsa, para elit politik, elit bangsa, bahwa kita hidup di bumi Indonesia.  “Melalui dialog kebangsaan ini, kita aliansi berupaya menyadarkan bangsa kita para elit bangsa yang tergabung dalam aliansi kebangsaan, bahwa kita sebagai elit bangsa harus mempertahankan kehidupan berbangsa dan bernegara kita terhadap pengaruh dari luar,” ujar Iman

Semua yang berpengaruh buruk dan menimbulkan gradasi dan gesekan yang bisa memecah belah kehiupan berbangsa dan bernegara harus ditanggulangi dengan benar oleh seluruh komponen dan elit bangsa. Perlu disadari juga bahwa negara ini didominasi petani, dengan demikian tidak perlu merubah gaya hidup petani bangsa ini dengan hal modern dari hasil mencangkok, dengan hanya melihat sepintas, karena tidak akan tepat dan hasilnya tidak akan memuaskan. “Tidak mungkin petani yang terbiasa makan singkong dipaksa makan pizza,” jelas Iman mencontohkan.

Disinggung tentang mengapa dialog tersebut diadakan di akhir tahun, Iman menerangkan sebagai introspeski diri agar di tahun depan menjelang tahu baru 2013 seluruh elit dan komponen bangsa, tidak melakukan hal-hal yang bisa merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara. Melainkan harus lebih kembali kepada meningkatkan nilai nasionalisme.

Aliansi kebangsaan wadah yang bertujuan mengingatkan seluruh elit dan komponen bangsa bahwa Indonesia adalah bangsa yang pernah merdeka, terlepas dari belenggu penjajahan negara-negara barat, bahwa Indonesia memiliki pahlawan-pahlawan yang mengalami dijajah menjadi orang menderita, tersiksa di bumi sendiri. Karena para penjajah mengambil hak dan martabat serta menguntungkan diri sendiri. Dengan memperkaya diri dari hasil bumi seperti cengkeh, lada, rempah untuk kemakmuran mereka sendiri, sementara kita hanya menjadi kuli dan suruhan di bumi sendiri. Dengan mengingat itu, diharapkan seluruh komponen bangsa bisa berpikir jernih dan bisa berkaca dari pengalaman para leluhur dan para pahlawan yang telah gugur.

Aliansi juga mengingatkan agar para pejabat negeri dan elit partai agar memikirkan rakyat dn bangsa ini, dan tidak mementingkan diri sendiri, golongan atau partainya saja, “karena sudah menjadi rahsia umum untuk kepentingan pribadi dan golongan banyak pejabat melakukan sogok menyogok, suap menyuap hingga mengkorup uang rakyat, atau menjual murah hasil bumi kepada negara lain.

Tiga komponen Aliansi kebangsaan seperti FKPPI, Golkar dan Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YSNB), berharap dengan kegiatan dialog kebangsaan yang akan terus diselenggarakan dapat memberikan arahan dan pencerahan kepada seluruh komponen bangsa terutama menyiapkan generasi muda untuk mempunyai wawasan nasoional. Mengingat telah terjadi kemunduran rasa nasionalisme luar biasa, sehingga mudah dipecah belah, diadu domba sampai terceraiberai, akibat tawuran bahkan perang antar warga dan antar suku.

Pendidikan tentang pancasila yang diera orde baru ada, sejak era reformasi tidak ada lagi, padahal Pancasila adalah dasar negara yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh warga negara, sedangkan janji reformasi adalah melakukan perbaikan disegala bidang. “bayangin, dasar negara kita kok lupa,” kata Iman. (Lrd.Khalits/Hanafi)

Add comment

Komentar tidak mewakili pandangan umum Majelis Umat Kristen Indonesia. Dilarang untuk berkomentar yang mengandung hujatan, fitnah, SARA dan lainnya yang merusak kedamaian. MUKI berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dianggap tidak layak


Security code
Refresh