Iklan by MUKI

Renungan

KEMENANGAN YANG ABADI

KEMENANGAN YANG ABADI, Lukas 24:1-9

Shalom saudara(i). Minggu prapaskah mengingatkan bersiap sambut hari kemenangan. Ada enam lilin dinyalakan serentak dan dimatikan satu tiap minggu sampai tiba minggu sebelum Jumat Agung. Paskah merupakan lanjutan peristiwa dari minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi. Peristiwa ini saling terkait satu dengan lainnya. Paulus menulis: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (I Korintus 15:3-4). Paskah peristiwa terbesar dalam sejarah dan menyakinkan bahwa Kristus telah disalibkan dan telah mati dan telah dikuburkan dan telah bangkit pada hari ketiga. Bangkit artinya memenangkan kuasa alam maut. Kematian bukan akhir hidup, tetapi dimulainya kehidupan lain yang berbeda. Lukas menulis secara rinci tentang peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus.

Selanjutnya...

Renungan Singkat

"Iman yang kecil bilang: Tuhan bisa melakukannya.

Iman yang besar bilang: Tuhan akan melakukannya.

Tapi iman yang dahsyat bilang: Sudah dilakukan!"

Tanpa Nama

Kristen | Renungan
KEMENANGAN YANG ABADI PDF Cetak E-mail Dibaca: 221
PostAuthorIcon Ega Mawardin    PostDateIcon Jumat, 05 Mei 2017 00:00

KEMENANGAN YANG ABADI, Lukas 24:1-9

Shalom saudara(i). Minggu prapaskah mengingatkan bersiap sambut hari kemenangan. Ada enam lilin dinyalakan serentak dan dimatikan satu tiap minggu sampai tiba minggu sebelum Jumat Agung. Paskah merupakan lanjutan peristiwa dari minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi. Peristiwa ini saling terkait satu dengan lainnya. Paulus menulis: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (I Korintus 15:3-4). Paskah peristiwa terbesar dalam sejarah dan menyakinkan bahwa Kristus telah disalibkan dan telah mati dan telah dikuburkan dan telah bangkit pada hari ketiga. Bangkit artinya memenangkan kuasa alam maut. Kematian bukan akhir hidup, tetapi dimulainya kehidupan lain yang berbeda. Lukas menulis secara rinci tentang peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus.

Pertama, kuburan itu kosong bukan bukti bahwa Yesus telah bangkit, tetapi tanda Yesus sudah mengalahkan maut. Luk.24:1-3 menjelaskan kebangkitan ditandai mereka menemukan kubur yang kosong. Dalam kebiasaan adat Yahudi perempuan tidak memiliki kedudukan yang dapat dipercaya, tidak bisa jadi saksi, sama seperti gembala-gembala ketika Yesus lahir tidak dapat jadi saksi, tetapi Tuhan menyakatan pertama kali Yesus bangkit kepada perempuan-perempuan. Dalam kontesk ini perempuan diibaratkan orang yang tidak dapat dipercaya bicaranya, orang lemah secara fisik (bagaimana mampu menggulingkan batu dan masuk dalam kubur), tetapi Tuhan Allah memakai perempuan memberitakan kabar sukacita. Petrus tidak percaya, murid-murid lain juga tidak percaya (Luk.24:11). Tetapi perlu dicatat perempuan-perempuan itu memiliki niat, memiliki keinginan, pergi waktu pagi-pagi benar untuk merempah-rempahkan mayat Yesus sesuai tradisi agama Yahudi. Dimana para murid lain? Dimana Petrus, Andreas, Yohanes, Tomas? Semua lupa pada tradisi, lupa pada pesan, lupa ajaran Yesus karena iman yang lemah dan pergumulan berat menjelang kematian di Golgota. Tetapi Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, Yohana, Susana, tidak lupa tradisi, tidak lupa budaya dan pagi-pagi benar mereka pergi dan kepada mereka malaikat menampakan diri. Ketika pergumulan menimpa, menindas kehidupan kita, ketika kesulitan menekan dan mengobok-obok sendi kehidupan, kita jadi putus asa dan lupa Tuhan Allah yang sedang memperhatikan, menilik perilaku kita, apakah bertahan atau berpaling. Tuhan yang berjanji segala beban yang dialami tidak melampauhi kemampuan kita. Murid-murid melupakan janji, perempuan-perempuan itu tidak. Lalu kita sendiri bagaimana?

 

Kedua, dalam kehampaan dan harapan yang kosong ketika tak menemukan mayat Yesus, perempuan-perempuan dikagetkan kabar, Yesus hidup. Kabar itu disampaikan malaikat, mengingatkan atau lebih tepat menegur mereka karena lupa ajaran Tuhan sebelumnya (Luk.24:4-7). Yesus sudah memberitahu Ia akan mati dan bangkit dari antara orang mati. Kabar itu seolah-olah penjelasan dari pihak Allah sebabnya kubur itu kosong. “Kenapa mencari yang hidup diantara orang mati?”. uhan ingin menyampaikan kebangkitan bukan hal yang baru, tetapi kebangkitan rencana Allah dari semula. Banyak orang terlibat dalam peristiwa itu semua sepengetahuan Allah. Raja Herodes, Imam Besar Kayafas, Pontius Pilatus, Petrus, Yudas Iskariot, Simon dari Kirene, Yusuf Arimatea semuanya dipakai untuk menggenapi nubuat Yesaya bahwa Ia yang menderita itu benar-benar telah mengalami sengsara sampai mati. “Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.” (Yesaya 53:3). Lukas ingin menyampaikan kepada kita kebangkitan itu adalah rencana Allah berkelanjutan. Tuhan tidak merencanakan sepotong-sepotong, tidak merencanakan separuh-separuh, tetapi merencana-kan dengan tuntas semua yang diinginkan Allah. Yeremia 29:11 menyebutkan rencana Allah senantiasa menghasilkan rancangan damai sejahtera dan hari depan yang penuh harapan. Kebangkitan adalah bagian rencana Allah yang menghasilkan damai sejahtera dan masa depan yang penuh harapan bagi semua umat manusia.

Ketiga, kebangkitan membawa murid-murid dalam kehidupan baru seturut dengan firman. Lukas menjelaskan: “Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu. Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain”(Lukas 24:8-9). Ada aktifitas kemajuan iman setelah menyaksikan kebangkitan itu. Kebangkitan Yesus berdampak dalam hidup para perempuan dan murid-murid. Iman bertumbuh, wujud percaya yang dibangun dalam pengenalan firman yaitu Yesus masih hidup. Lukas menulis : “Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga." "Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia" (Lukas 9:22, 9:44). Ketika mengingat, membaca, merenungkan firman Allah, membuat iman bertumbuh, berbuah, tahan uji dan berbagi dengan orang lain. Banyak hal bisa dilakukan sekalipun kita ini terbatas adanya, tetapi setidaknya bisa memberikan senyum yang ramah, berjabat tangan dengan sapaan yang lembut, setidaknya memberi telinga mendengar keluhan orang lain, itu yang dituntut Tuhan yaitu buah-buah yang baru, perubahan sikap agar kebangkitan Tuhan tidak sia-sia. Lakukalah yang dapat dilakukan sesuai dengan firman Allah. Tuhan memberkati, Amin.

(Pdt. Drs. Mawardin Zega, MTh – Pendeta Gereja Protestan Indonesia Luwu Jemaat Anugerah Tangerang)