Iklan by MUKI

Renungan

KEMENANGAN YANG ABADI

KEMENANGAN YANG ABADI, Lukas 24:1-9

Shalom saudara(i). Minggu prapaskah mengingatkan bersiap sambut hari kemenangan. Ada enam lilin dinyalakan serentak dan dimatikan satu tiap minggu sampai tiba minggu sebelum Jumat Agung. Paskah merupakan lanjutan peristiwa dari minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi. Peristiwa ini saling terkait satu dengan lainnya. Paulus menulis: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (I Korintus 15:3-4). Paskah peristiwa terbesar dalam sejarah dan menyakinkan bahwa Kristus telah disalibkan dan telah mati dan telah dikuburkan dan telah bangkit pada hari ketiga. Bangkit artinya memenangkan kuasa alam maut. Kematian bukan akhir hidup, tetapi dimulainya kehidupan lain yang berbeda. Lukas menulis secara rinci tentang peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus.

Selanjutnya...

Renungan Singkat

"Cinta bisa buat orang bahagia; uang bisa buat dunia berputar; tapi sahabat... ah, itu yang buat hidup lebih hidup."

Tanpa Nama

Kristen | Tokoh
BEDA DAN PERBEDAAN PDF Cetak E-mail Dibaca: 126
PostAuthorIcon Mawardin Zega    PostDateIcon Kamis, 17 Agustus 2017 00:00

Jokowi memang beda, ia memang berbeda dari presiden-presiden sebelumnya. Bukan hanya karena badannya yang kurus sampai membuat tuan Tifatul Sembiring dihadapan rakyat Indonesia harus meminta pada Tuhan menggemukkan badan Pakde Jokowi.

Jokowi memang beda, sangat berbeda dari pendahulunya. Ia tidak suka memelas, mengeluh, mencari pembelaan, sekedar pencitraan. Pakde Jokowi tak merasa asing di tengah-tengah rakyatnya, menyapa dengan ketulusan jauh dari kepura-pura'an.

Jokowi tampil beda dalam busana adat, ia sangat menghargai perbedaan dan menjadikannya kekayaan. Mengikis segala pengalaman buruk tentang perbedaan yang sempat meraja menggemuruh.

Kita memang beda, dilahirkan beda, dari suku yang beda, agama beda, makanan juga bisa beda, tapi satu hal perbedaan kita hanya pada luarnya saja seperti pakaian adat yang dikenakan Pakde Jokowi. Tubuh kita dibalik pakaian itu sama saja tak ada perbedaan. Kita adalah anak-anak bangsa yang mengaminin bahwa keragaman adalah berkah yang harus dipelihara di bumi nusantara ini.

Jagalah perbedaan, rawatlah keragaman agar kita tetap jaya. Merdeka.

Add comment

Komentar tidak mewakili pandangan umum Majelis Umat Kristen Indonesia. Dilarang untuk berkomentar yang mengandung hujatan, fitnah, SARA dan lainnya yang merusak kedamaian. MUKI berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dianggap tidak layak


Security code
Refresh